Foto: Indah/Radar Depok Siti Sundari Wakasek Urusan Kurikulum

 

Siti Sundari. Wakasek Urusan Kurikulum. Foto: Indah/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Bagi banyak SMP dan SMA, Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) baru diterapkan pada tahun ini. Justru berbeda dengan SMK Taruna Bhakti.

Sekolah yang berdomisili di bilangan Jalan Pekapuran Kelurahan Curug, Kecamatan Cimanggis, sudah tiga kali melaksanakan UNBK.

“Banyak sekolah yang berkunjung dan berguru sama kita. Misalnya apa saja yang harus dipersiapkan untuk UNBK,” kata Wakasek Urusan Kurikulum SMK Taruna Bhakti, Siti Sundari.

Menurut Siti, hal yang harus dipersiapkan adalah sarana dan prasarana berupa komputer, laptop juga server. Banyak sekolah khawatir akan dana yang membengkak jika harus membeli perangkat komputer atau sewa laptop.

“Alhamdulillah (kami) punya guru-guru Teknik Komputer Jaringan (TKJ) yang mumpuni di bidangnya. Bisa memperbaiki komputer yang rusak, menjadi suatu perangkat untuk UNBK. Kalau kita beli, bisa habis sekian puluh juta. Nah kita manfaatkan apa yang kita punya,” kata Siti.

Sebagai sekolah berbasis Information and Technology (IT), SMK Taruna Bhakti sudah melakukan persiapan UNBK hingga 90 persen. Terdapat sembilan laboratorium dan 180 komputer yang akan digunakan serta dibagi menjadi dua sesi.

Selanjutnya, guna meminimalisir kesalahan saat UNBK berlangsung, sampai saat ini pihak sekolah masih melakukan perbaikan di berbagai lini.

“Sampai sekarang kita masih terus melakukan pengecekan, seperti keyboard, mouse, CPU dan kabel-kabel yang terpasang. Jangan sampai ada yang kurang sedikit pun. Apalagi sampai ada tombol yang tidak berfungsi pada keyboard,” katanya.

Saat kegiatan belajar Mengajar (KBM) SMK Taruna Bhakti sudah terbiasa dengan digital. Namun, kebiasaan tersebut membuat ketelitian siswanya menjadi berkurang.

“Sekarang mereka jarang nulis, jadi sekolah kami agak kesulitan dengan UN, karena kami terbiasa menggunakan segala sesuatunya dengan digital,” tandas Siti. (cr1)