Foto: Ricky/Radar Depok AKAN DIMULAI: Sosialisai penyaluran Rastra yang dilakukan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan di aula lantai 2 kantor Kecamatan Tapos, kemarin.

 

AKAN DIMULAI: Sosialisai penyaluran Rastra yang dilakukan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan di aula lantai 2 kantor Kecamatan Tapos, kemarin. Foto: Ricky/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Camat Tapos, Muchsin Mawardi, mengharapkan agar pengurus RT/RW sebagai jembatan informasi pemerintah dengan warga dapat melanjutkan sosialisasi Penyaluran Beras Sejahtera (Rastra) yang diselenggarakan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan di aula kecamatan, kemarin.

Sosialisasi reformasi Raskin menjadi e-Voucer Bantuan Pangan ini menghadirkan narasumber dari BNI 46 cabang UI, Bagian Ekonomi Setda Kota Depok dan Bulog divisi Cianjur.

“Demi kelancaran program ini, saya berharap RT/RW dapat mensosialisasikan kembali ke warganya, terutama bagi para penerima,” kata Muchsin Mawardi, di sela sosialisasi.

Program Raskin sudah berjalan sejak 2004. Sehingga, sangat familiar bagi masyarakat, karena program tersebut sangat menyentuh dan membantu warga, terutama bagi mereka yang kurang mampu.

“Kegiatan Raskin dari tahun ke ketahun berjalan, dari saya menjadi lurah tahun 2006 sangat akrab dengan program ini. Walaupun banyak dinamikanya, tapi tujuan yang ingin dicapai pemerintah adalah membantu mensejahterakan warga,” tutur Muchsin.

Saat ini, Raskin berganti dengan program Rastra. Ia berharap, masyarakat dapat semakin sejahtera dan program tersebut semakin mengena dan bermanfaat untuk warga.

“RT/RW dan perwakilan yang hadir, sebagai jembatan informasi kelurahan dan kecamatan. Saya mengapresiasi atas kehadiran mereka. Sebelum kegiatan apapun harus sosialisasi, semoga sosialisasi ini menambah informasi terkait program rastra. Potensi-potensi kendala bisa didiskusikan,” ucap Muchsin.

Sementara, Kabid Ketahanan Pangan dan Holtikultura DP3, Hermin Kusmiati, mengatakan, pelaksanaaan sosialisasi dilaksanakan di tiap kecamatan. Dan peserta 50 orang per kecamatan, mulai dari kasi kemas, RT/RW, LPM dan perwakilan kelurahan.

“Di Tapos sendiri ada 6.156 RTS. Saya berharap agar yang hadir dapat mengerti terkait program tersebut, karena kami mendatangkan beberapa narsum, seperti dari BNI 46, Bulog dan bagian Ekonomi Setda Depok,” kata Hermin. (cky)