Ilustrasi
Ilustrasi

RADAR DEPOK.COM  – Tidak seperti tahun sebelumnya. Kemarin, di perayaan Valentine atau hari kasih sayang yang biasa dirayakan anak remaja, sudah tidak diminati. Ini dibuktikan menurunnya penjualan alat kontrasepsi dan jamu vitalitas serta penyewaan hotel.

Penjaga apotik di wilayah Kecamatan Sukmajaya, Tommy Suprapto mengatakan, menjelang peringatan hari Valentine pihaknya belum menerima pembeli alat kontrasepsi dari kalangan remaja. Umumnya, pembeli alat kontrasepsi berasal dari kalangan dewasa yang sudah menikah.

“Kalangan remaja belum ada yang beli, paling hanya usia dewasa dan orang tua yang membeli di tempat kami,” ujar Tommu kepada Radar Depok, kemarin.

Tommy menjelaskan, minimnya remaja enggan membeli alat kontrasepsi di apotiknya dikarenakan rasa malu. Sehingga, selama sepekan menjelang perayaan hari valintine dia belum melayani remaja membeli alat kontrasepsi.

Sementara itu, salah seorang pedagang jamu di Jalan Raya Sawangan, Erik Setiawan menuturkan, minat remaja membeli alat kontrasepsi dan jamu vitalitas mengalami penurunan dibandingkan pada tahun sebelumnya. Selama sepekan, dia memperkirakan alat kontrasepsi hanya terjual mencapai 25 pak alat kontrasepsi.

“Hingga malam ini (kemarin, red), kami baru menjual tiga pak alat kontrasepsi, selama sepekan ini sekitar 25 pak yang sudah terjual,” terang Erik.

Erik mengungkapkan, ada penurunan penjualan alat kontrasepsi dari tahun sebelumnya. Pada tahun lalu, selama sepekan mendekati hari valintine dapat menjual alat kontrasepsi sebanyak 45 pak. Tidak hanya alat kontrasepsi, penjualan jamu vitalitas mengalami penurunan yang sama.

Dia tidak mengetahui, penurunan pembelian alat kontrasepsi dan jamu vitalitas dikalangan remaja, kemungkinan karena ada perubahan tren dalam perayaan valintine dari tahun sebelumnya.

Erik mengatakan, pada umumnya pembelian alat kontrasepsi dikalangan remaja tidak terlepas dengan pembelian jamu vitalitas. Remaja kerap membeli alat kontrasepsi dengan dibarengi pembelian jamu vitalitas, baik dalam bentuk kapsul maupun bubuk. “Selama seminggu ini, remaja yang membeli alat kontrasepsi tidak lagi dibarengi jamu vitalitas, entah kenapa saya tidak tahu,” ucap Erik.

Terpisah, Marketing and Communication Manager Hotel Bumi Wiyata, Hesty Kemala Dewi menyatakan, Valentine (14/2) jumlah kamar tidak terisi penuh.

Dan kebanyakan jumlah pengunjung yang datang berasal dari kalangan keluarga.

“Kalau tahun ini tidak ada paket khusus untuk Valentine,” singkat Hesty.

Sementara itu, Public Relation Hotel Santika Depok, Marcia Sabrina Muskita menambahkan, di 2016 Santika tidak menawarkan paket kamar hanya romantic dinner saja. Pada 2016 cukup bagus karena memang mengadakan event, penjualan mencapai 63 persen. Sedangkan untuk 2017 dibuat paket kamar beserta romantic dinnernya.

Untuk 2017 kamar khusus valentine justru tidak ramai, kurang dari 60 persen. Dan umumnya tamu yang datang menginap dan mengambil paket valentine mulai dari usia 25-30 tahun.(dic/ina)