PERINGATAN: Koordinator Tagana Bojongsari, Kurdi bersama Walikota Depok dalam perayaan HUT ke-13 Tagana kemarin di Balaikota Depok. Foto: Ferdian /Radar Depok
PERINGATAN: Koordinator Tagana Bojongsari, Kurdi bersama Walikota Depok dalam perayaan HUT ke-13 Tagana kemarin di Balaikota Depok. Foto: Ferdian /Radar Depok

HUT Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang ke-13, kemarin, Tagana Kecamatan Bojongsari dan Sawangan berharap, perhatian untuk pihaknya bakal lebih ditingkatkan oleh Pemkot Depok. Selain itu, saat ini kesigapan Tagana untuk menanggulangi bencana, juga harus semakin ditingkatkan dipertambahan usia organisasinya.

Laporan : Febry Ferdian /Radar Depok

Menjadi salah satu yang kerap pertama kali datang untuk menanggulangi suatu kejadian baik itu bencana atau kecelakaan, Tagana merupakan organisasi yang dibutuhkan. Tentunya sejalan dengan hal tersebut, perhatian kepada organisasi tersebut haruslah ditingkatkan juga.

Koordinator Tagana Bojongsari, Kurdi Setiawan mengatakan, di HUT yang ke-13, Tagana yang merupakan garda terdepan dalam penanganan bencana dan antisipasi bencana, mesti lebih diperhatikan oleh pemerintah.

“Kami berharap di HUT ke-13 Tagana, kami semakin menjadi organisasi yang baik dan mampu lebih tanggap dengan segala kemungkinan bencana yang ada. Tetapi tentunya kami juga harus lebih diperhatikan lagi. Yang paling utama, ialah perhatian terhadap anggaran operasional kegiatan Tagana,” ujar dia.

Terpisah, anggota Tagana Bojongsari, Salam berharap, nantinya dapat lebih bekerjasama dengan aparatur pemerintahan di  tiap wilayah.

“Kami berharap mampu lebih bersinergi dalam informasi bencana yang terjadi  dengan pemerintah. Hal itu sebagai salah satu cara agar kami serta pemerintah lebih tanggap dalam membantu wilayah yang tertimpa bencana,” harap dia.

Lebih-lebih kata dia, saat ini peralatan yang dimiliki Tagana masih sangat minim. Dari mulai life Jacket hingga peralatan lainnya.

“Ke depan kami berharap, mampu memiliki kelengkapan alat di tiap wilayah. Agar tidak harus datang dulu ke Mako, jika ada bencana. Lagipula akan memakan waktu yang lebih lama jika harus meminta alat dahulu ke Mako yang ada di Balaikota,” tukas dia. (*)