RADAR DEPOK.COM – Jika tak ada aral melintang kabarnya per 1 Mei pemerintah bakal menaikan harga listrik non subsidi. Tak tanggung-tanggung, kenaikannya bagi pengguna 900 volt ampere (VA), sebesar Rp1.352 per kwh. Padahal sebelumnya Maret-April, bagi pengguna 900 va non subsidi bekisar Rp1.090 per kwh.

Humas PLN Depok Area, Setiyo Budiono mengaku, tidak hapal kenaikannya. Nanti coba dilihat dahulu secara detail. Menurutnya, ada perubahan yang dilakukan Kementerian ESDM kepada masyarakat pengguna listrik, yakni pencabutan subsidi listrik terhadap pengguna 900 VA. Hal itu dikarenakan, ada sejumlah pemerima subsidi yang tidak tepat sasaran, sehingga dilakukan penghentian subsidi 900VA.

“Penghentian Subsidi sudah dilaksanakan sejak 1 Januari 2017 secara bertahap dari kementerian ESDM,” ujar Setiyono kepada Radar Depok, kemarin.

Setiyono menjelaskan, pencabutan subsidi 900 VA sesuai dengan surat Peraturan Menteri ESDM No28 Tahun 2016 tentang Tarif Tenaga Listrik yang disediakan PT PLN (Persero). Berdasarkan peraturan tersebut, ada dua golongan tarif kunsumen rumah daya 900 VA.  Tarif R-1/900 Va merupakan pengguna daya konsumen miskin dan tidak mampu tetap mendapatkan subsidi dari pemerintah. Serta tarif R-1/900 Va rumah tangga mampu (RTM) merupakan konsumen mampu dan tidak lagi mendapatkan subsidi dari pemerintah.

Setiyono mengungkapkan, langkah tersebut diambil guna subsidi yang diberikan pemerintah pusat kepada masyarakat tidak mampu menggunakan 900 Va akan tepat sasaran. Tidak hanya itu, guna lebih memastikan pemberian subsidi listrik kepada maskyarakat tidak mampu, Kementerian ESDM bekerja sama dengan Kementerian Sosial dalam pendataannya yang berpacu pada Data Terpadu Program Penanganan Fakir Miskin yang telah disahkan Kementerian sosial.

“Masyarakat tidak mampu namun tidak termasuk dalam golingan tarif R-1/900 Va dapat mengajukan permohonan,” terang Setiyono.

Setiyono menuturkan, guna mengajukan permohonan mendapatkan subsidi, masyarakat dapat mengisi formulir yang telah disediakan di tiap kantor kelurahan. Nantinya, masyarakat harus mengisi formulir tersebut dengan melengkapi beberapa persyaratan. Setelah itu, pihak kelurahan akan mengajukan ke tingkat kecamatan guan didaftarkan melalui pendaftaran online. “Pemkot Depok telah diminta guna mengawal program ESM kepada masyarakat kurang mampu,” ucap Setiyono.

Sementara itu, warga Kelurahan Serua Kecamatan Bojongsari, Ahmad mengaku keberatan dengan keputusan Kemterian ESDM terhadap penggolongan penerima subsidi 900 Va. Menurutnya, tidak semuanya warga tidak mampu masuk dalam kriteria yang telah ditentukan pemerintah pusat salah satunya Kementerian Sosial. Untuk itu, pemerintah melalui Kementerian ESDM dapat merubah kebijakan dengan melihat situasi yang ada di tengah masyarakat, khususnya di Kota Depok.

Menurut kabar yang berhembus, kenaikannya bagi pengguna 900 volt ampere (VA), sebesar Rp1.352 per kwh. Padahal sebelumnya Maret-April, bagi pengguna 900 va non subsidi bekisar Rp1.090 per kwh. Keniakan ini sudah menyentuh 100 persen, sebab di 2016 bagi pengguna 900 VA hanya Rp605 per kwh.

“Kalau kebijakannya melihat dari peraturan Kemensos, sangat tidak tepat. Karena kriteria warga tidak mampu disetiap kota akan berbeda dengan kota lain,” ujar Achmad.

Hal senada juga dilontarkan, Ketua RT4/9 Kelurahan Rangkepanjaya, Hamzah menjelaskan, kebijakan Kementerian ESDM dalam pencabutan subsidi 900 Va akan memberatkan masyarakat. Secara otomatis, masyarakat yang tidak mendapatkan subsidi akan merasakan kenaikan harga listrik, sehingga menambah beban biaya hidup masyarakat

Tidak hanya itu, sambung Hamzah beberapa bulan lagi akan memasuki hari raya Idul Fitri yang khawatirkan akan seiring dengan naiknya harga sembako, sehingga beban biaya masyarakat akan meningkat. Untuk itu, Kementerian ESDM perlu mengkaji ulang kebijakan tersebut karena umumnya masyarakat banyak menggunakan listrik berdaya 900 Va. Meskipun pemerintah memberikan keringanan kepada masyarakat tidak mampu, namun tidak termasuk dalam tarif R-1/900 Va, sebaiknya gencar disosialisasikan kembali sehingga banyak masyarakat yang mengetahui.

“Masyarakat belum banyak yang mengetahui, dan Kementerian ESDM melaluu PLN perlu menyosialisasikan kembali,” tutup Hamzah.

Perlu diketahui, 4 Januari 2017, Humas PLN Kota Depok, Setyo Budiono menyatakan, kenaikan listrik Januari-Februari 2017 Rp790 per kwh, sedangkan kenaikan Maret-April Rp1.090 dan Mei naik Rp1.352 per kwh. Mulai 1 Januari 2017, PT PLN (Persero) menaikkan tarif listrik bagi pelanggan 900 VA yang dinilai tidak layak menikmati subsidi.

Yang dicabut subsidinya hanya daya 900 VA tarif rumah tangga saja. Untuk daya 900 VA tarif lainnya seperti sosial, bisnis dan industri masih tetap. “Kenaikan tarif listrik hanya pengguna daya 900 VA rumah tangga yang dianggap mampu,” ujarnya.

Budi mengatakan, Kenaikan tarif dilakukan bertahap, mulai 1 Januari 2017, 1 Maret 2017, dan 1 Mei 2017. Terhitung mulai 1 Juli 2017, tarif 900 VA akan disesuaikan bersamaan dengan 12 golongan tarif lainnya yang mengalami penyesuaian tiap bulan (tarif adjustment/nonsubsidi).

Pelanggan rumah tangga mampu 900 VA tersebut akan dikenakan kenaikan tarif dari sebelumnya bersubsidi menjadi keekonomian atau nonsubsidi secara bertahap.

“Secara bertahap tarif pelanggan rumah tangga mampu 900 VA akan mengalami kenaikan dari Rp605 menjadi Rp791 per 1 Januari 2017, Rp1.090 mulai 1 Maret 2017, dan Rp1.352/kWh per 1 Mei 2017,” jelasnya.(dic/hmi)