PARIPURNA: Walikota Depok Mohammad Idris saat memberikan sambutan dalam Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka HUT Kota Depok ke- 18 di Gedung DPRD Kota Depok, kemarin. Foto: Irwan /Radar Depok.
PARIPURNA: Walikota Depok Mohammad Idris saat memberikan sambutan dalam Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka HUT Kota Depok ke- 18 di Gedung DPRD Kota Depok, kemarin. Foto: Irwan /Radar Depok.

RADAR DEPOK.COM – Rabu (26/4) Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka HUT Kota Depok ke-18 yang digelar di Gedung DPRD Kota Depok bilangan Grand Depok City.

Di umur 18 tahun ini, Kota Depok banyak yang harus dibenahi terutama yang sering dirasakan masyarakat Kota Depok yaitu kemacetan yang hampir tiap hari terjadi di beberapa titik.

Persoalan kemacetan ini memang menjadi persoalan di pemerintahan kota ini.

Dalam hal ini Wakil Walikota Depok Mohammad Idris mengatakan bahwa kemacetan terjadi karena ada beberapa faktor. Faktor itu antara lain :laju pertumbuhan kendaraan di Kota Depok cukul tinggi.

Berdasarkan data di Samasat Depok sebut dia, ada 970 ribu kendaraan.

“Ditambah kendaraan yang belum tercatat,” ungkap Idris usai mengikuti Rapat Paripurna Istimewa.

Selain itu, dampak dari tidak ada penambahan jalan dan laju pertumbuhan pendudk mencapai 4,7 persen pertahun.

“Total penduduk Depok saat ini mencapai 2,1 juta jiwa,” sebutnya.

Ia menambahkan pemerintah kota saat ini sedang berupaya untuk berkoordinasi dengan pusat dan provinsi untuk melakukan pelebaran jalan.

“Jalan yang menjadi kewenangan nasional dna provinsi diharapkan segera dilebarkan. Seperti Jalan Sawangan, Raya Bogor, KSU dan lainnya,” ucapnya.

Menurut Wakil Ketua DPRD Kota Depok Yeti Wulandari mengatakan kemacetan di Depok, Depok mesti fokus pada persoalan utama dalam membangun infrastruktur jalan dan transportasi massal untuk mengatasi kemacetan.

“Depok bahkan kota termacet kelima seindonesia,” kata Yeti.

Ia menambahkan pemerintah kota juga perlu bekerja sama dengan DKI Jakarta dalam membangun jaringan transportasi. Apalagi, sebagian besar warga Depok, bekerja di Jakarta.

“Salah satunya dengan membangun tempat parkir yang besar di setiap stasiun yang ada di Depok,” ucapnya. “Agar masyarakat tidak membawa kendaraannya ke Jakarta.”

Wakil Ketua DPRD Depok Igun Sumarno mengatakan, kemacetan di Depok memang belum terpecahkan. Padahal, pemerintah dituntut untuk memperbaiki sistem transportasi di kota ini.

“Ada anggapan kalau jalan dari Margonda ke Sawangan dalam keadaan macet, lebih cepat dari Depok ke Amerika,” ujarnya. “Bahkan saya pernah ke Singapur dari Depok, dan istri saya dari Margonda ke Pasir Putih Sawangan, sampainya saya duluan ke Singapur.” katanya.

Dewan selalu mengkiritisi kemacetan di Depok, yang belum teratasi. Ia berharap ada solusi dalam mengatasi kemacetan di Depok.

“Buat sistem transportasi yang terintegrasi,” katanya.(irw)