RELIGUS: Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Partai Keadilan Sejahtera (DPC PKS) Beji, tokoh, ulama Beji beserta masyarakat, dan Wakapolsek Beji di markasnya Jalan Ridwan Rais, Kelurahan Beji, Beji.
RELIGUS: Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Partai Keadilan Sejahtera (DPC PKS) Beji, tokoh, ulama Beji beserta masyarakat, dan Wakapolsek Beji di markasnya Jalan Ridwan Rais, Kelurahan Beji, Beji.

RADAR DEPOK.COM – DPC PKS Beji mengelar pengajian bulanan di kantornya Jalan Ridwan Rais, Kelurahan Beji Timur, Beji, kemarin. Dalam kegiatan itu, Anggota Fraksi PKS DPRD Kota Depok, Tengku Farida Rachmayanti menyampaikan informasi bahwa DPRD Kota Depok tengah mengodok dua Racangan Peraturan Daerah (Raperda) yakni Sistem Kesehatan Daerah (SKD), dan revisi Perda Nomor 8 2010 tentang Pelaksanaan dan Penyelengaraan Pendidikan.

Nantinya, dua Raperda yang dibahas, khususnya SKD bisa membantu masyarakat miskin dalam hal kesehatan. Sehingga masyarakat di Kota Depok tidak pusing-pusing memikirkan biaya kesehatan.

“Tapi kami masih mengaji sistem kesehatan itu, karena masih dalam proses,” kata Farida saat memberikan materi di pengajian bulanan di DPC PKS.

Ia pun menyinggung soal keluarga. Menurutnya, peran keluarga sangatlah penting dalam menyukseskan Depok sebagai Kota Ramah dan Layak Anak, dengan bersama-sama menerapkan program keluarga khusus.

Artinya, pihak orangtua harus meluangkan waktunya untuk anak memberikan nasehat di malam hari. “Kami juga mengingatkan pentingnya keteladan dari masyarakat Depok kepada para pemuda untuk mentaati setiap perda yang telah dikeluarkan, seperti Perda larangan merokok di tempat umum,” ungkap dia.

Untuk itu, Ketua DPC PKS Beji, Bima Pamungkas mengatakan, pihaknya akan terus melanjutkan kegiatan pengajian bulanan ini setiap minggu ke tiga.

Konsepnya, jelas dia, dengan mengambil konsep menggabungkan ilmu dan aspirasi warga. Sehingga terbangun komunikasi aktif antar masyarakat, Pemerintah Kota, dan legislator.

“Bulan depan nanti, kami adakan pada hari Minggu tanggal 21 Mei. Dimulai jam 8 hingga 11,” kata Bima.

Di kesempatan itu juga, Wakapolsek Beji AKP Paryono memberikan materi soal Kamtibmas. Ia mengatakan, kurun April, ada 39 kasus yang diterima Polsek Beji.

Terhitung pada sebulan terakhir dari beberapa kelurahan di Kecamatan Beji. Dari 39 kasus itu, ia menyebutkan Kelurahan Kukusan ada 18 kasus yang dilaporkan, Kelurahan Pondok Cina, 9 kasus, selainnya 7 kasus, dengan Kelurahan Beji Timur menempati titik terendah dengan 5 kasus yang dilaporkan.

“Termasuk dua kasus narkoba baru-baru ini yang telah berhasil ditangani yakni di kampus UI dan wilayah Kelurahan Kemirimuka,” ungkap Paryono.

Dia mengaku dalam hal menangani kasus-kasus terjadi jajaran Polsek Beji telah turun ke titik-tiik vital masyarakat.

Lebih lanjut dia menjelaskan, tujuanya agar kota ini aman, karena dirinya bersama jajaran ingin membangun Kota Depok lebih baik lagi. “Kami terus membantu mengamankan kota ini dari ganguan Kamtibmas,” ujarnya.

Acara yang berbau religius itu, ia menampung masukan dari hadirin yang ikut dalam acara pengajian bulanan tersebut. “Ada beberapa persoalan yang kami terima,” ucapanya.

Ada pun persoalan itu, dia melanjutkan, ditemukannya beberapa persoalan sosial seperti banyaknya kontrakan yang dihuni oleh pasangan kumpul kebo Pasal 284 perzinahan, wilayah yang dijadikan anak-anak muda untuk kebut-kebutan motor yang telah merenggut nyawa, dan titik-titik kumpul para pemuda hingga pukul 2 malam.

“Kami khawatir tempat itu dijadikan tempat pusat peredaran narkoba,” bebernya. (irw)