RAPAT: Suasana dalam Rapat Paripurna dalam rangka penutupan masa  sidang ke dua tahun 2016-2017 di Gedung DPRD Kota Depok, kemarin. Foto: Irwan /Radar Depok.
RAPAT: Suasana dalam Rapat Paripurna dalam rangka penutupan masa  sidang ke dua tahun 2016-2017 di Gedung DPRD Kota Depok, kemarin. Foto: Irwan /Radar Depok.

RADAR DEPOK.COM  Ada agenda menarik yang terselip dalam Rapat Paripurna di DPRD Kota Depok, kemarin. Mulai menyinggung soal perombakan Alat Kelengkapan Dewan (AKD).

Ketua DPRD Kota Depok, Hendrik Tangke Allo mengatakan, pembahasan AKD ini akan diumumkan di masa pembukaan sidang, Selasa (2/5).

“Sudah disepakati oleh para anggota DPRD Kota Depok dalam Rapat Paripurna berlangsung untuk diumumkan pada pembukaan masa sidang mendatang. Mereka setuju dalam Rapat Paripurna,” tutur Politisi PDI Perjuangan itu.

Menyingung kabar ihwal Fraksi PAN DPRD Kota Depok akan ditinggalkan (tak dapat jatah AKD), Hendrik menegaskan tidak ada yang ditinggalkan.  Hal  ini bicara soal komunikasi politik antar fraksi yang ada di DPRD Kota Depok. Kata dia, Fraksi PAN pun sudah melakukan komunikasi politik  keterkaitan soal AKD.

“Soal AKD ini tidak bicara proposional dan profesional. Tetapi bagian proses politik di Kota Depok. Kalau bicara proposional dan profesional, kita usahakan semaksimal mungkin menjadi proposional. Tapi ini kan tergantung komunikasi antar fraksi-fraksi. Wacana (Fraksi PAN) ditingal dan ditingalkan tidak ada,” ungkap wakil rakyat dapil Pancoranmas ini.

Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Depok, Fitri Hariono menjelaskan, perombakan AKD berdasarkan peraturan tata tertib (Tatib) dewan Nomor 1 Tahun 2014, yang dilakukan setelah masa 2,5 tahun.

Dalam hal perombakannya, ia tidak mau ambil pusing. Sebab persoalan itu sudah diserahkan kepada Ketua DPD dan Ketua Fraksi PAN Kota Depok.

“Belum ada perombakan di internal Fraksi PAN. Kami menyerahkan ke Ketua DPD PAN yang sekaligus Wakil Ketua DPRD Depok,” kata Fitri singkat.

Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Depok, Qurtifa Wijaya mengatakan anggota Fraksi PKS yang dipindah adalah Tengku Farida Rachmayanti, dari Komisi B ke Komisi D.

Sementara yang lain, tetap di posnya masing-masing. Antara lain, Hafid Nasir di Komisi D, Zeni di Komisi B. Dirinya pun masih duduk di Komisi A.

“Bu Sri Utami pun masih di posisinya sekarang Komisi C. Jadi hanya satu anggota saja yang pindah komisi, yaitu Bu Opi (Farida),” tandasnya. (irw)