SABAR YA: Kasat Lantas Polresta Depok, Kompol Sutomo (Kiri) memberikan penghargaan kepada seorang anggotanya, Bripka Indar Prasojo. Foto: Junior /Radar Depok

 

SABAR YA: Kasat Lantas Polresta Depok, Kompol Sutomo (Kiri) memberikan penghargaan kepada seorang anggotanya, Bripka Indar Prasojo. Foto: Junior /Radar Depok

RADAR DEPOK.COM  Orang sabar, banyak untungnya. Pepatah lama ini layak disematkan kepada Bripka Indar Prasojo, Anggota Satuan Lalu Lintas Polresta Depok.

Atas kesabarannya meladeni seorang ibu-ibu yang ngamuk, ia mendapat penghargaan dari pimpinannya, Sabtu (8/4) pagi. Penghargaan diberikan oleh Kasat Lantas Polresta Depok, Kompol Sutomo.

Sutomo menjelaskan bila penghargaan ini adalah bentuk apresiasi atas kinerja anggota dalam menjalankan tugas. “Yang bersangkutan mampu menjaga kesabaran dalam menjalani tugas. Memang harus seperti itu. Jangan mudah terpancing. Sabar saja,” ungkapnya kepada Radar Depok.

Ia pun berpesan keada seluruh anggotanya untuk bisa meniru sikap sabar tersebut. Sebab memang, Satlantas setiap harinya pasti bersinggungan langsung dengan masyarakat. Makanya, kata dia, emosi di dalam diri mesti bisa diatur.

“Dalam menjalankan tugas tentunya harus humanis dan sopan, santun,” beber dia.

Untuk diketahui, kejadian tersebut (ibu-ibu ngamuk) terjadi pada Jumat (7/4) petang di Jalan Raya Kartini, depan Stasiun Depok Lama. Bripka Indar diperbantukan guna mengurai kemacetan disana.

Sesaat sebelum peristiwa terjadi, Bripka Indar menegur seorang pengendara motor yang berboceng tiga. Karena berbahaya, lalu disarakan penumpang untuk naik angkot. Saran tersebut dituruti. Tidak ada ekses sama sekali.

Nah si ibu ini pun muncul. Ia naik motor Hondat Beat bernopol B 3592 EIY warna hitam. Tanpa tedeng aling-aling, dia kemudian menghardik Bripka Indar. Bripka Indar sendiri cuma bisa bingung.

Ibu tersebut terus saja ngomel-ngomel tanpa henti. Tidak mengindahkan kerumunan orang disekitar. “saya sendiri bingung. Ibu itu kenapa. Saya tanya ada apa, justru dia malah makin marah,” ujar Bripka Indar.

Peristiwa tersebut terjadi selama beberapa menit. Setelah puas marah-marah, si ibu kemudian pergi. Selang beberapa saat, ia datang lagi kala Bripka Indar sedang makan bubur.

“Saya diamkan saja. Saya tidak menaruh dendam. Biasa, itu resiko menjalankan tugas,” tandasnya. (jun)