RADAR DEPOK.COM –Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) Depok tidak diam dalam menyohorkan Batik Depok. Dalam  festival UMKM Kota Depok, DKUM melibat pelaku usaha Batik Depok, guna memperkenalkan perajin batik yang selama ini banyak belum tahu.

Kepala DKUM Kota Depok, Mohammad Fitriawan mengatakan, keberadaan batik Depok mejadi warna tersendiri dalam festival UMKM Kota Depok. Dia mengakui, guna memperkenalkan batik Depok, diperlukan usaha pengenalan batik Depok melalui berbagai cara, salah satunya melibatkan dalam setiap kegiatan UMKM.

“Saat ini ada empat pelaku usaha UMKM yang menjual produk batik Depok,” ujar Fitriawan kepada Radar Depok, kemarin.

Fitriawan mengungkapkan, keempat pelaku usaha batik Depok yakni, Batik Sukma, Batik Trajumas, Batik Bu Ratna, dan Batik Bu Ambar. Pelaku usaha batik Depok lebih mengedepankan motif batik Depok dengan menonjolkan ciri khas Kota Depok. Diantaranya, Gong Si Bolong, topeng Cisalak, ikan hias, bunga, dan buah.

Fitriawan menuturkan, salah satu pengrajin Kota Depok telah mengalami peningkatan dalam pemasaran produk batik Depok. Sejumlah pengrajin batik mulai mampu memasarkan produknya hingga ke luar Depok dan luar negeri, salah satunya ke Malaysia. Untuk memperkuatkan pelaku usaha batik di Kota Depok, pelaku usaha Kota Depok membuat sebuah komunitas, yakni Komunitas Batik Depok (Kombad).

“Memang keberadaan pelaku batik Depok belum lama terbentuk, namun kami akan berusaha membantu memperkenalkan batik Kota Depok,” terang Fitriawan.

Ketua Komunitas Batik Depok, Ambar Lulis menjelaskan, Kombad mulai terbentuk sejak Maret 2017. Hal itu terinspirasi dari Unesco yang mengakui batik sebagawai warisan budaya dunia. Guna melestarikan budaya, pihaknya terdorong guna memperkenalkan batik Kota Depok ke seluruh dunia. Untuk itu, dia menggandeng pengerajin batik untuk saling bekerja sama dengan memperkenalkan batik Depok. “Motif batik Depok beragam, mulai dari buah hingga cagar budaya yang dimiliki Kota Depok,” ucap Ambar.

Ambar mengatakan, pengrajin kota Depok perlu meningkatkan kreatifitas seni batik sehingga dapat menciptakan kreasi batik lainnya. Diantaranya, pakaian, sepatu, tas dan kerajinan batik lainnya. Dengan begitu, batik akan terus diminati masyarakat dan meningkatkan pendapatan pengerajin batik.

“Kami ingin go Internasional dengan memperkenalkan batik Kota Depok keluar negeri,” tutup Ambar. (dic)