JANGANDITIRU: Polresta Depok saat menunjukan Ridwan yang melakukan pencurian barang milik teman dan majikannya, kemarin. Foto: Dicky /Radar Depok
JANGAN DITIRU: Polresta Depok saat menunjukan Ridwan yang melakukan pencurian barang milik teman dan majikannya, kemarin. Foto: Dicky /Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Dikarenakan terbelit hutang dan memenuhi kebutuhannya. Muhammad Ridwan (33) yang tinggal diwilayah Kelurahan Rangkapanjaya Baru, Kecamatan Pancoranmas menggasak harta benda milik pegawai Kementerian Hukum dan HAM serta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak lain majikan dan teman majikannya, kemarin.

Wakil Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Kota Depok Malvino mengatakan, Ridwan yang merupakan supir dari Siti Fajar (36) diminta mengantar majikannya dan temannya Sulastri Masnita bersama suaminya Rony (pegawai KPK) untuk melayat ke rekan mereka yang meninggal di kawasan Tangerang, pada 31 Maret 2017.

“Setelah sampai dirumah duka, majikan dan temannya yang pegawai KPK meninggalkan tas berisikan barang berharga didalam mobil,” ujar Malvino kepada Radar Depok, kemarin.

Malvino mengungkapkan, melihat tas korban tertinggal dibangku belakang mobil, tersangka langsung membuka dan mengambil isi tas yang berisikan emas dan kartu kredit. Tidak hanya itu, ternyata tersangka mencuri uang sebesar $20.200 dari dalam lemari kamar majikannya pada 29 Maret 2017. Hal itu terungkap Rony yang merupakan suami dari teman majikannya, mendapatkan tagihan kartu kredit atas pembelian handphone datang ke rumah Rony. Sehingga, membuat Rony bingung karena tidak pernah membeli handphone.

Guna mengetahui perihal pembelian handphone, sambung Malvino korban menyelidiki asal tagihan pembelian handphone. Dengan bantuan rekaman Closed Circuit Television (CCTV) toko, akhirnya korban dapat melihat wajah tersangka.

“Tidak hanya itu, tersangka pernah mencuri dirumah majikannya saat tersangka diminta menjemput ke bandara,” terang Malvino.

Malvino menuturkan, majikannya meminta tersangka guna mengambil mobil dirumah majikannya dengan meminta kunci mobil dan kunci rumah kepada pembantu korban. Setelah menerima kunci rumah, korban melancarkan aksinya dengan mencuri barang berharga milik majikannya. Hasilnya, tersangka mengambil uang korban yang tersimpan didalam laci lemari kamar. “Total kerugian mencapai lebih dari Rp50 juta,” tutup Malvino. (dic)