MERIAH: Siswa dan guru SDN Sukamaju 9 mengadakan pawai keliling lingkungan sekolah, dalam rangka Hari Kartini dan HUT ke-18 Kota Depok, kemarin. Foto:Indah/Radar Depok
MERIAH: Siswa dan guru SDN Sukamaju 9 mengadakan pawai keliling lingkungan sekolah, dalam rangka Hari Kartini dan HUT ke-18 Kota Depok, kemarin. Foto:Indah/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM , CILODONG – SDN Sukamaju 9 yang berlokasi di Jalan Tole Iskandar, Kompleks Cimanggis Indah, Kecamatan Cilodong, menggabungkan dua buah momen dalam satu kegiatan. Kemarin, dalam rangka Hari Kartini dan juga HUT ke-18 Kota Depok, SDN Sukamaju 9 mengadakan pawai dan perlombaan pakaian adat untuk siswa-siswanya.

Kepala SDN Sukamaju 9, Tita Rosita Saleh, mengatakan, pihaknya sengaja mengadakan satu kegiatan untuk dua momen tersebut. Jadi, acaranya bisa lebih meriah, karena ada dua tema sekaligus yang menjadi isi dari acaranya. Sehingga, tidak akan menggangu proses kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa.

“Kegiatannya diadakan dua hari, untuk hari pertama (kemarin) untuk siswa kelas III, IV dan V. Sedangkan untuk keesokan harinya, diadakan untuk siswa kelas I, II dan VI. Sehingga, proses KBM tetap bisa berjalan bergantian di tiap harinya,” ucapnya kepada Radar Depok.

Bahkan, dengan dua momen tersebut dijadikan satu kegiatan, juga meringankan beban dari orang tua, yang ingin mendandankan anaknya dengan baik. Tentu akan terasa berat, jika orang tua harus mempersiapkan anaknya untuk dua kegiatan yang berdekatan jarak waktunya.

“Kegiatan perayaan Hari Kartini dan HUT Kota Depok, adalah inisiasi dari orang tua. Oleh karena itu, pihak sekolah juga sangat mendukung dengan keinginan orang tua tersebut,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, perlombaan yang digelar seperti pemilihan abang none Depok, lomba puisi, menyanyi solo dan juga fashion show. Abang none Depok itu, adalah perwakilan dari tiap tingkatan kelas, jadi ada enam pasangan yang berlomba di ajang tersebut.

Intinya, sambung Tita, sebenarnya adalah memperkenalkan berbagai macam seni dan budaya di Indonesia, dengan mencontohkan dari ragamnya baju adat di tanah air.

“HUT Kota Depok diadakan agar orangtua siswa dan warga pada umumnya mengetahui tanggal dari hari lahirnya Kota Depok. Jangan sampai, orang ber-KTP Depok, tetapi tidak tahu tentang kotanya sendiri,” kata Tita. (cr1)