HORMAT GERAK: Guru dan siswa SDN Anyelir 2 menggelar upacara bendera memakai baju adat dalam peringatan Hari Kartini. Foto:IST
HORMAT GERAK: Guru dan siswa SDN Anyelir 2 menggelar upacara bendera memakai baju adat dalam peringatan Hari Kartini. Foto:IST

RADAR DEPOK.COM , PANCORANMAS – Peringatan Hari Kartini merupakan perayaan rutin yang digelar SDN Anyelir 2. Tahun ini, perayaan dibuka dengan upacara bendera. Para guru bertugas sebagai pasukan pengibar bendera (paskibra).

Salah satu guru SDN Anyelir 2 yang dituakan, Ita Rosmita, menjadi pembina upacara. Ita berbagi kisah sejarah Raden Ajeng Kartini di depan seluruh siswa. Mulai dari kelahiran Kartini yang menjadi putri bangsawan namun peka terhadap kehidupan sekitarnya.

“Walaupun ia (Kartini, red) putri bangsawan, ayahnya R.M Adipati Ario Sosrodiningrat sebagai Bupati Jepara, namun Kartini tidak buta terhadap berbagai kepincangan sosial yang terjadi di sekitarnya,” kata Ita.

Ia mengatakan bagaimana perjuangan Kartini yang begitu kuat untuk menyetarakan kaum perempuan dengan laki-laki yang saat ini dikenal dengan persamaan gender.

Kesetaraan itu dapat terwujud bila perempuan diberikan kesempatan bersekolah dan mengejar cita-cita.

“Semua pemikirannya, dikirimkan kepada sahabatnya yang berada Belanda. Pemikiran paling kuat adalah agar perempuan pribumi dapat sejajar dengan laki-laki. Untuk itu, beliau mendirikan sekolah di lingkungan Kadipaten Rembang,” jelasnya.

Maka, Ita berharap seluruh warga SDN Anyelir 2 dapat tetap konsisten mewujudkan cita-cita Kartini melalui pendidikan guna menyiapkan generasi penerus yang memiliki rasa cinta terhadap Tanah Air dan siap bela negara.

Pada kesempatan tersebut, Kepala SDN Anyelir 2, Rachmatsyah, memberikan piala kepada siswa yang berhasil meraih juara pada lomba Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan Lomba Keterampilan Agama (Loketa) tingkat Kecamatan Pancoranmas. (cr1)