AKSI : Sejumlah anggota KP2D saat melaksanakan aksi penanaman pohon di sekitar Kali Pesanggrahan diwilayah Kota Depok, beberapa waktu lalu. Foto:Dicky/Radar Depok
AKSI : Sejumlah anggota KP2D saat melaksanakan aksi penanaman pohon di sekitar Kali Pesanggrahan diwilayah Kota Depok, beberapa waktu lalu. Foto:Dicky/Radar Depok

Mengintip Aksi Komunitas Peduli Kali Pesanggrahan Depok (1)

Melihat banyaknya sungai atau kali di Kota Depok yang kondisinya kurang terawat dan cukup mengkhawatirkan, terutama di Kali Pesanggrahan. Itu menjadi cikal bakal terbentuknya Komunitas Peduli Kali Pesanggrahan Depok (KP2D).  Tak hanya itu, logo yang dimiliki KP2D memiliki arti sebagai bentuk kepedulian terhadap Kali Pesanggrahan.

Laporan : Dicky Agung Prihanto

Kali Pesanggrahan yang melintasi Kota Depok memang tidak seindah seperti dulu. Saat ini, Kali Pesanggrahan dijadikan tempat oknum pembuang sampah liar hingga pencemaran air kali. Guna menjaga kelestarian Kali Pesanggrahan dan lingkungan sekitar, menimbulkan rasa kepedulian dari KP2D.

Ditengah ketengan air Kali Pesanggrahan, Ketua KP2D, Nurdiansyah mengatakan, kondisi Kali Pesanggrahan tidak jauh berbeda dengan kondisi kali lainnya yang melintas di Kota Depok. Melihat hal itu, pemuda disejumlah wilayah Kota Depok yang kerap mengikuti kegiatan arung Ciliwung mencoba melirik Kali Pesanggrahan yang pada saat kondisinya cukup memprihatinkan.

“Melalui Sekber Sahabat Ciliwung, kami diberikan saran guna menjaga kelestarian Kali Pesanggrahan,” ujar pria yang kerap disapa Nurdin.

Berawal dari saran tersebut, sambung Nurdin pemuda dan pemudi yang berdomisili diwilayah Kecamatan Limo dan Cinere dan menjadi perlintasan Kali Pesanggrahan membentuk kelompok komunitas. Dengan semangat yang kuat guna menjaga kelestarian dan menyelamatkan Kali Pesanggrahan, pada Oktober 2016 terbentuk KP2D dan 7 Januari 2017 terbentuk kepengurusan KP2D.

Guna menguatkan misi menyelamatkan Kali Pesanggrahan, Nurdin mengungkapkan, KP2D membuat logo yang memiliki makna terhadap Kali Pesanggrahan berupa air, daun, warna hijau, biru, dan cokelat. Setiap corak loga memiliki arti penting terhadap kali Pesanggrahan. Air berwarna biru menunjukan Kali Pensanggrahan perlu dilestarikan dari pencemaran air yang disebabkan sejumlah limbah, daun dengan warna hijau menunjukan arti Kali Pesanggrahan perlu dilakukan penanaman pohon dengan kegiatan penghijauan, dan warna cokelat menunjukan kesuburan tanah disekitar Kali Pesanggrahan.

“Pembuatan logo tidak terlepas dari keberadaan Kali Pesanggrahan di Kota Depok,” terang Nurdin.

Nurdin menuturkan, awal terbentuknya KP2D hanya memiliki 10 anggota. Namun, berkat kegigihan dan keseriusan KP2D menyelamatkan dan menjaga kelestarian Kali Pesanggrahan, sejumlah masyarakat dan pemuda yang peduli Kali Pesanggrahan ikut bergabung KP2D. Seiring berjalannya waktu, jumlah KP2D terus bertambah dan hingga sekarang mencapai 93 anggota.

“Kami membuka kepada siapa saja yang ingin bergabung dengan memiliki visi dan misi yang sama dengan kami,” ucap Nurdin. (bersambung)