MARAH: Warga RT04/09, Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan menumpahkan marahnya kepada pembuang sampah dengan menulis sumpah serapah di atas papan kayu dan ditulis dengan cat berwarna merah. Foto: Ade /Radar Depok.
MARAH: Warga RT04/09, Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan menumpahkan marahnya kepada pembuang sampah dengan menulis sumpah serapah di atas papan kayu dan ditulis dengan cat berwarna merah. Foto: Ade /Radar Depok.

RADAR DEPOK.COM, SAWANGAN – Warga Jalan H. Saenan, RT04/09, Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan geram dengan oknum yang melakukan tindakan tidak bertanggungjawab, hingga wilayahnya tercemar dengan sampah.

Sampah yang memenuhi wilayahnya selama dua tahun kebelakang, membuat tanah kosong yang berada wilayahnya, menjadi tempat sampah dadakan, dan membuat lingkungan menjadi kotor serta bau.

Ketua RT04/09, Ismat mengatakan, dirinya bingung mengapa sampah jadi memenuhi salah satu titik diwilayahnya tersebut. “sebelumnya tidak ada sampah disana, baru-baru ini saja, sekitar 2 tahun kebelakangan. Saya tidak tahu siapa yang memulainya,” katanya kepada Radar Depok.

Ismat pun mengatakan, aktifitas membuang sampah pun tidak pernah terpantau olehnya. Pasalnya, jika dirinya mengadakan ronda bersama warga dan ketua RW, dirinya tidak menemukan pembuang sampah. Namun, disaat tidak dilakukan pengawasan, sampah langsung menggunung keesokannya.

“Namanya juga oknum, kalau saja ada yang tertangkap mungkin akan diadili agar kapok,” lanjutnya.

Sebagai bukti kekesalannya, Ismat dan para warganya membuat plang yang bertuliskan “ya Malaikat Izroil, cabut nyawa yg buang sampah disini !” dengan bagian bawahnya dituliskan RT04 RW09. Meskipun sedikit keras, namun diharapkan plang tersebut dapat menjadi peringatan bagi para oknum pembuang sampah.

“Plang itu sengaja kami buat dengan tujuan, para pembuang sampah dapat berfikir,” katanya.

Ismat mengakui, meskipun tidak sepenuhnya berhasil namun, dirinya mengatakan, ada dampaknya, yakni sedikit berkurang para pembuang sampah di lokasi tersebut.

Sementara itu, Ketua RW09, Abdulrahman saat ditemui dirumahnya mengatakan, dirinya membenarkan adanya plang tersebut terpampang di Jalan H. Saenan RT04/09. Dirinya mengatakan plang tersebut dipasang kurang lebih sudah 3 bulan dan melalui persetujuannya.

“Saya sendiri yang menyaksikan pemasangan plang tersebut. Karena, salah satu bentuk kepedulian masyarakat terhadap lingkungannya,” katanya.

Abdulrahman mengatakan, sebelumnya ada satu titik lain di RW-nya yang menjadi tempat sampah dadakan, yakni di lingkungan RT03. Namun, dirinya mengatakan, hal tersebut sudah berhasil diatasi, karena lokasinya yang dekat dengan pemukiman.

“Sebelumnya ada di RT03, tapi karena banyak yang awasi dan dekat dengan pemukiman, jadi sudah teratasi. Kalau yang di RT04 memang tanah kosong, dan agak jauh dari pemukiman, sehingga lepas kontrol,” katanya.

Sebagai ketua lingkungan, Abdulrahman sangat berharap adanya oknum yang tertangkap tangan sedang membuang sampah, hal tersebut agar dapat menjadi pelajaran bagi yang lain.

“Kalau warga sini sepertinya tidak mungkin, karena siapa yang mau wilayahnya kotor. Tapi, yang jelas saya harus dapat pembuang sampahnya. Karena saya akan hukum sesuai dengan perbuatannya, dan dapat dijadikan pelajaran bagi yang lain,” katanya.

Abdulrahman mengaku, dirinya kerap beberapa kali mengikuti ronda malam dan berjaga di wilayah tersebut, namun dirinya tidak pernah menemukan pembuang sampah. “Saya pernah tongkrongin sampai jam 03.00 WIB, tapi tidak ketemu dengan pembuang sampah, namun giliran tidak ditongkrongi pasti ada,” katanya. (ade)