BORONG MEDALI: Anak didik beserta guru SD Mauhammadiyah Meruyung menunjukkan medali yang diraihnya dalam OLYQ3, kemarin. Foto:Indah/Radar Depok
BORONG MEDALI: Anak didik beserta guru SD Mauhammadiyah Meruyung menunjukkan medali yang diraihnya dalam OLYQ3, kemarin. Foto:Indah/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM , LIMO – Berkat meniti ilmu dan terus tidak ada kata puas. Kemarin, SD Muhammadiyah Meruyung kembali meraih prestasi di International Olympiade Al-Quran, Art and Technology (OLYQ) 3. Selama dua hari sekolah di Jalan Maruyung Raya No3 Kelurahan Meruyung, Limo, ini berhasil menyabet tujuh medali dan satu penghargaan.

Kepala SD Muhammadiyah Meruyung, Muhtadin Tyas, mengatakan, sekolah terus mendulang prestasi. Dengan adanya prestasi ini tentu secara logika singkat, artinya SD Muhammadiyah Meruyung menunjukkan ilmu yang selama ini didapat mampu diimplementasikan.

Khusus dalam lomba OLYQ3 di Bandung, kata Tyas SD Muhhamadiyah mampu memborong tujuh medali. Tujuh medali tersebut didapat dari  tahfidz 1 emas dan 1 perak, pidato bahasa arab 1 emas, pidato bahasa inggri 1 emas, kaligrafi 1 perunggu, adzan dua emas dan robotik mendapat penghargaan.

“Saya bangga anaak didik mampu menorehkan prestasi di OLYQ 3 ini,” terang Tyas kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Menurut pria berkacamata ini, torehan prestasi ini tak terlepas peran tenaga pendidik di sekolah yang tidak pernah ada kata puas. Dan memang disekolah selalu mengedepankan Al-quran dalam tiap mata pelajaran.

“Selamat kepada anak didik kami yang telah menorehkan sejumlah prestasi dalam OLYQ 3 selama dua hari 26-27 April,” tegasnya.

OLYQ 3 atau The International Olimpiade Quran, sambungnya, merupakan program bersama sekolah-sekolah Muhammadiyah dan sekolah-sekolah tingkat dasar dan menengah di Asia Tenggara. Dalam rangka mengapresiasi bakat dan minat para peserta didik dalam bidang keagamaan dan ilmu pengetahuan umum, maka dibentuk kompetisi dan silaturrahim. (cr1)