SANGAT TEGA: Kapolsek Limo, Kompol Imran Gultom melihat bayi yang ditemukan di dekat gubuk pemancingan di kebon kosong, Jalan Andara Ujung, Pangkalan Jati Baru, Cinere. Ist

 

SANGAT TEGA: Kapolsek Limo, Kompol Imran Gultom melihat bayi yang ditemukan di dekat gubuk pemancingan di kebon kosong, Jalan Andara Ujung, Pangkalan Jati Baru, Cinere. Ist

RADAR DEPOK.COM, PANGKALANJATIBARU – Ibu yang membuang bayi di gubuk pancingan kebon kosong, Jalan Andara Ujung, Pangkalanjati Baru (PJB), Cinere, benar-benar tega. Hanya dibalut kain gurita putih, bayi jenis kelamin pria ini juga diletakan diilalang tanpa alas, sekira pukul 5:30 WIB Senin (24/4).

Menurut saksi mata, Arif saat ditemukan pertama kali, bayi berjenis pria tersebut hanya mengenakan kain gurita putih. Bayi ditemukan seorang pedagang asinan, saat itu kondisinya dibiarkan ditaruh pada ilalang rumput samping gubuk.

“Pada saat ditemukan bayi menangis, sehingga warga langsung laporkan kepada Ketua RT setempat langsung dibawa petugas dari Polsek Limo,” ujarnya kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Menurutnya, penemuan bayi ini baru pertama kali, padahal ada warga yang sedang ronda sampai subuh. Tapi, tidak ada orang yang mencurigakan. Diperkirakan bayi baru ditaruh menjelang pagi di lokasi yang gelap dan sepi.

Sementara itu, Kapolsek Limo, Kompol Imran Gultom menyatakan, diperkirakan usia bayi pria yang ditemukan sudah berusia 10 hari.

Hal ini melihat tali pusar pada bayi sudah putus.

“Pada saat ditemukan kondisi bayi sehat. Kini bayi sudah dirawat di Puskesmas Cinere,” ujar Imran.

Hasil pencatatan medis yang dilakukan tim dokter Puskesmas Cinere, bayi memiliki panjang 54,5 cm dan berat badan 3,8 gram. “Setelah dicek keseluruhan kondisi badan bayi sehat tidak ada kekurangan,” tambah Kompol Imran.

Petugas masih melakukan penyelidikan terhadap orangtua yang tega membuang bayinya sendiri tersebut. “Sampai saat ini saksi sudah tiga orang yang kita periksa. Pelaku masih kita lakukan penyelidikan,” tutupnya.(dic)