MENOLAK : Salah satu spanduk penolakan penutupan Pasar Kemirimuka yang terpasang disudut Pasar Kemirimuka, kemarin. Foto:Dicky/Radar Depok
MENOLAK : Salah satu spanduk penolakan penutupan Pasar Kemirimuka yang terpasang disudut Pasar Kemirimuka, kemarin. Foto:Dicky/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM –Berhembusnya kabar Pemerintah Kota (Pemkot) Depok kalah dalam persidangan atas PT Petamburan terkait keberadaan Pasar Kemirimuka, membuat pedagang Pasar Kemirimuka gusar. Ditambah lagi, tersiar kabar 10 Mei ini Pemkot Depok diminta mengosongkan pasar.

Pedagang sayur Pasar Kemirimuka, Nooryati mengatakan, rencana penutupan Pasar Kemirimuka telah terdengar ditelingannya dan sejumlah pedagang lainnya. Dia belum mengetahui nasibnya, apabila rencana pengosongan Pasar Kemirimuka benar akan dilaksanakan.

“Kabarnya, Pasar Kemirimuka akan dilaksanakan pengosongannya pada 10 Mei mendatang,” ujar Nooryati kepada Radar Depok, kemarin.

Nooryati mengungkapkan, sangat menyayangkan Pemerintah Kota Depok kalah dalam persidangan dengan PT Petamburan yang mengklaim Pasar Kemirimuka menjadi miliknya. Seharusnya Pemkot Depok dapat mempertahankan asset Pasar Kemirimuka yang merupakan limpahan dari Pemerintah Kabupaten Bogor.

Nooryati menuturkan, belum mengetahui akan pindah berjualan ke pasar lain diwilayah Kota Depok, karena sampai saat ini Pasar Kemirimuka masih menjadi tempat dia mencari rejeki guna menghidupi dan menyekolahkan anaknya. Apabila pengosongan Pasar Kemirimuka dilaksanakan, Pemkot Depok dapat memikirkan nasib pedagang dan mencarikan tempat guna berjualan kembali.

“Kalau bisa dicarikan tempat, karena kami belum tahu akan berjualan dimana,” terang Nooryati.

Hal yang sama juga diutarakan pedagang sayur lainnya, Sutrisno mengungkapkan, Pemkot Depok harus mencari cara guna memenangkan persidangan atas lahan Pasar Kemirimuka. Apalagi Pasar Kemirimuka merupakan simbol pasar tradisional di Kota Depok sejak 1986. Dia meminta, Pemkot Depok memikirkan nasib pedagang yang telah lama menggantungkan nasibnya dengan berjualan di Pasar Kemirimuka.

“Pemkot harus melawan jangan sampai Pasar Kemirimuka hilang karena kepentingan pihak lain,” ucap Sutrisno.

Sementara itu, Kepala UPT Pasar Kemirimuka, Sutisna mengatakan, belum mengetahui rencana pengosongan Pasar Kemirimuka. Dia mengakui memang ada sejumlah kabar dari pedagang tentang rencana pengosongan pada 10 Mei mendatang. Namun, hingga saat ini, pihaknya belum pernah menerima surat pengosongan terkait Pasar Kemirimuka.

“Kami tidak mengetahui rencana tersebut dan belum ada surat yang kami terima,” ujar Sutisna.

Hingga saat ini, sambung Sutisna pedagang Pasar Kemirimuka masih tetap menjalankan aktivitasnya dengan berjualan seperti biasa. Dia mengakui, telah terpasang sejumlah spanduk penolakan dan permintaan pedagang kepada Pemkot Depok guna mempertahankan Pasar Kemirimuka.

“Memang ada yang terpasang spanduk dari pedagang terhadap Pasar Kemirimuka,” tutup Sutisna. (dic)