PEMBEKALAN: Pengawas SD Kecamatan Sawangan, Dede Sulaeman sedang memberikan penjelasan tentang pengawas ruang kepada guru-guru SD di Kecamatan Sawangan, kemarin. Foto: Pebri /Radar Depok.
PEMBEKALAN: Pengawas SD Kecamatan Sawangan, Dede Sulaeman sedang memberikan penjelasan tentang pengawas ruang kepada guru-guru SD di Kecamatan Sawangan, kemarin. Foto: Pebri /Radar Depok.

RADAR DEPOK.COM, SAWANGAN – Sebanyak 216 guru dari 21 SD negeri dan swasta yang berada di kawasan Kecamatan Sawangan, kemarin dikumpulkan di SDN Kedaung. Mereka diberikan pembekalan sebagai calon pengawas ruang saat pelaksanaan Ujian Sekolah tahun pelajaran 2016-2017 yang akan dilaksanakan pada 15 – 17 Mei 2017.

Pengawas SD Kecamatan Sawangan, Dede Sulaeman mengatakan, total nanti ruangan yang digunakan untuk US di Kecamatan Sawangan adalah 108 ruangan. Dimana, tiap ruangannya, terdiri dari dua guru. Tetapi, pengawasnya menggunakan sistem silang. Yakni, guru tidak boleh mengawas di sekolah sendiri, tetapi di sekolah lain.

“Jadi, melakukan pertukaran pengawas ruang antar sekolah,” ucapnya kepada Radar Depok.

Dede menjelaskan, dengan menggunakan sistem silang tersebut, diharapkan bisa mendapatkan hasil yang murni dari tiap sekolahnya. Dalam pembekalan tersebut, guru diberikan penjelasan tentang pemahaman prosedur standar operasional. Mulai dari tata cara penjelasan terhadap siswa, kedisiplinan peserta ataupun pengawas ruangnya.

“Total siswa yang menjadi peserta US di Kecamatan Sawangan ada 1.846 siswa kelas VI. Sedangkan, untuk mata pelajarannya ada tiga, yakni Bahasa Indonesia, Matematika dan IPA,” jelasnya.

Sementara itu, Kasubag UPT Pendidikan SD Kecamatan Sawangan, Awang Abdurahman berpesan, agar jangan sampai ada siswa yang gagal, karena pengawas ruangannya yang tidak awas atau memperhatikan prosedur pengawasan. Misalnya, dalm hal memasukan Lembar Jawaban ke dalam amplopnya, ini harus melalui pengecekan yang teliti.

“Meskipun hanya bagian dari kelulusan, tetapi US tetap memiliki peran yang sangat penting untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya,” katanya. (peb)