Hampir Selesai, Malahan Longsor Jalanannya

In Satelit Depok

 

LONGSOR: Turap Jalan Swdaya masyarakat yang dinamakan jalan dua ribu, longsor pada saat pengerjaan. Longsor tersebut diketahui akibat intensitas hujan yang cukup tinggi beberapa hari belakangan. Foto: Ade /Radar Depok.

Warga sekitaran RW11, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan dengan warga RW12, Kelurahan Rangkepan Jaya Baru (RJB), Kecamatan Pancoranmas, mengambil jalan swadaya dalam membangun jalan lingkungannya. Tetapi, menjelang selesai, ada sebuah musibah.

Laporan: Ade Ridwan Yandwiputra /Radar Depok

 

Selama ini, para warga sekitaran RW 11, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan dengan warga RW12, Kelurahan Rangkepan Jaya Baru, Kecamatan Pancoramas selalu menggunakan jalan Komplek Mutiara Sentosa, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan. Pasalnya, tidak ada jalur lain untuk menuju Jalan Raya Pasir Putih dari Jalan Raya Rafika begitupun sebaliknya.

Sejak beberapa tahun belakangan, warga Komplek Mutiara Sentosa merasa terganggu dengan padatnya aktifitas jalan kompleknya yang terbilang aktif, diketahui perharinya terdapat sekitar 400 kendaraan bermotor, khususnya kendaraan roda dua yang melintasi komplek tersebut.

Hal tersebut diakui oleh Ketua RW12, Kelurahan Rangkepan Jaya Baru, Kecamatan Pancoranmas, Rusdi. Menurut Rusdi, dirinya kerap dimarahi oleh para warga komplek karena terlalu bising, dan warga sempat ingin menutup akses.

“Sebagai ketua lingkungan, saya bekerjasama dengan Ketua RW11, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan membuat jalan sendiri dan tidak mengganggu Komplek Mutiara Sentosa,” katanya.

Akhirnya dirinya bekerjasama dengan lintas RW tersebut mengajukan proposal agar dibuatkan jalan lingkungan sepanjang kurang lebih 250 meter. Namun, hingga saat ini proposal tersebut belum juga direspon.

“Akhirnya, kami membangun sendiri secara swadaya, dan Alhamdulillah sudah hampir rampung,” katanya.

Pengerjaan yang dimulai sejak 12 Oktober 2016 tersebut, sudah berjalan kurang lebih 80 persen, tinggal beberapa pengerjaan lainnya seperti pengecoran dan pemagaran, “Jalan ini karena berbatasan dengan Kali Pesanggrahan makanya dipagar demi keselamatan,” lanjutnya.

Hingga saat ini, jalan selebar 3 meter tersebut, sudah menghabiskan kurang lebih Rp280 jutaan, yang diperoleh dari swadaya masyarakat dan pengendara yang melewati jalan tersebut, “Kami juga mengajak para pengendara untuk turut menyumbang Rp2000, sebagai bentuk kepedulian, dan dari situ, maka kami menamakan jalan ini jalan dua ribu,” beber Rusdi.

Namun, lanjut Rusdi, usahanya dan para warga lainnya harus diuji dengan kejadian longsor yang terjadi pada Sabtu (6/5). Longsor yang hampir memakan seluruh badan jalan tersebut, sempat membuat dirinya mengelus dada.

“Iya ini karena beberapa hari belakang intensitas hujan tinggi, kami jadikan ini cobaan, namun kami tetap berusaha agar jalan tetap selesai dan masyarakat dapat menikmatinya,” ucap Rusdi.

Rusdi belum dapat memastikan berapa kerugian yang dialaminya akibat bencana longsor tersebut, namun dirinya tetap berharap ada pihak lain yang dapat membantunya utamanya Pemkot Depok, selain tetap melakukan aksi swadaya.

“Kalau kerugian masih dalam hitungan pelaksana pengerjaan, tapi kami berharap Pemkot Depok dapat membantu kembali, karena ini untuk kebaikan bersama,” tutupnya. (*)

You may also read!

bunga jalan margonda

Depok Memperpanjang Pembatasan Kegiatan Usaha, Berikut Rinciannya

Aktifitas pengendara dan masyarakat di Jalan Raya Margonda, Kota Depok. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK   RADARDEPOK.COM, DEPOK

Read More...
pradi ngobrol sama nenek

Pradi Didoakan Nenek Usia 106 Tahun

SUNGKEM : Calon Walikota Nomor Urut 1, Pradi Supriatna saat sungkem ke Mak Naimah nenek

Read More...
imam bertemu pendukung

Idris-Imam Selalu Tepati Janji Kampanye

DUKUNGAN : Calon Wakil Walikota Depok Nomor Urut 2, Imam Budi Hartono saat sosialisasi di

Read More...

Mobile Sliding Menu