30.917 Siswa Berebut 7.960 Kursi

In Metropolis

RADAR DEPOK.COM -Mutu pendidikan sekolah dasar (SD) di Depok di uji,  saat ujian sekolah (US), Senin (15/5). Bayangkan, dari 30.917 siswa baik negeri, swasta dan madrasah ibtidaiyah (MI), akan memperebutkan 7.950 kursi di 26 SMPN.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Mohamad Thamrin menyebutkan, US jenjang Sekolah Dasar (SD) akan digelar serentak pada 15-17 Mei 2017 mendatang. Peserta US jenjang SD di Kota Depok sebanyak 30.917 peserta ujian. Dengan rincian SD negeri sebanyak 19.811 peserta, sedangkan SD swasta sebanyak 5.841, dan MI 5.265 siswa.

Hari pertama dengan mata pelajaran (mapel) Bahasa Indonesia, hari kedua matematika, dan hari ketiga dengan mapel Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Menurut Thamrin, hasil ujian sekolah tersebut sangat berguna, untuk memasuki mereka kejenjang pendidikan yang lebih tinggi : Sekolah Menengah Pertama (SMP). Juga sebagai acuan, sekolah mana yang cocok untuk nilai yang mereka dapatkan.

Saat ini, kata dia SMP Negeri di Kota Depok masih digandrungi oleh siswa SD. Tahun 2017 ini, jumlah SMP negeri di Kota Depok 26 sekolah, sedangkan jumlah peserta ujian sekolah jenjang SD mencapai 30.917. “Tentu, hal tersebut membuat seluruh siswa SD berlomba-lomba dalam mendapatkan hasil yang tinggi, agar dapat masuk ke SMP negeri,” terang Thamrin kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Thamrin menjelaskan, kuota peserta yang dapat memasuki SMP Negeri di Depok sekitar 7.960 kursi yang tersedia. Hal ini dihitung dari jumlah SMP Negeri yang ada di Depok, tak semua dapat menampung banyak siswa karena keterbatasan kelas dan sarananya.

“Untuk kuota yang akan masuk ke SMP negeri masih kita rapatkan, karena ada beberapa SMP negeri yang belum bisa menampung banyak siswa,” jelasnya.

Seperti di SMPN 20-26 yang baru, sarana prasarana belum memadai. Untuk tahun ini mungkin SMPN 20-26 hanya akan menampung 3-4 kelas per sekolahnya dengan isi 40 siswa. Sedangkan SMPN 1-19 dapat menampung 360 siswa dengan 9 kelas persekolahnya dan 40 siswa perkelasnya.

“Kalau SMPN yang sarananya sudah memadai dari SMPN  1-19 Depok, rata-rata akan menampung 9 kelas dan perkelasnya sekitar 40 orang. Sedangkan SMPN 20 keatas belum bisa menampung banyak siswa rata-rata bisa menampung 3-4 kelas,” katanya.

Selain SMPN regular, adapula SMP Negeri terbuka di Depok. Terdapat 5 SMPN terbuka diantaranya, SMPN 3 Terbuka, SMPN 8 Terbuka, SMPN 9 Terbuka, SMPN 10 Terbuka, SMPN 12 Terbuka yang rata-ratanya menampung 4 kelas masing-masing sekolah. Namun, sekolah terbuka ini diperuntukkan bagi siswa yang ekonomi keluarganya tidak mampu.

“SMP terbuka diperuntukkan bagi orang tua yang tidak mampu. Masing-masing sekolah hanya 4 kelas, tapi kalau banyak yang tidak mampu di sekitar sekolah itu kemungkinan bisa ditambah sampai 9 kelas,” katanya.

Thamrin mengatakan, sekolah terbuka tidak mengutamakan akademiknya. Namun sekolah tersebut dibentuk, agar siswa yang masuk dapat memiliki life skill. Sehingga saat keluar dari sekolah tersebut siswa memiliki keterampilan dibidang lain. Thamrin berharap siswa dapat membantu perekonomian keluarga dengan life skill.

Sedangkan mengenai Petunjuk Teknis (juknis) Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Thamrin menjelaskan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sudah turun. Namun belum disahkan oleh Walikota Depok, Mohammad Idris.

“Untuk juknis PPDB, dari Kemendikbud sudah turun, namun belum disahkan oleh Walikota. Rencananya, akhir Mei ini sudah bisa ditandatangan bapak Walikota dan bisa disebarkan ke sekolah-sekolah,” ucapnya.

Terpisah, Kepala SDN Mekarjaya 21, Beti Nurbaeti  mengatakan, juknis PPDB belum turun. Ia pun belum memikirkan hal tersebut, karena fokus terhadap siswanya yang akan mengikuti ujian sekolah Senin mendatang.

“Kalau juknis PPDB belum, saya juga belum memikirkan PPDB karena masih fokus dulu mengurus siswa yang mau ujian, jadi belum terpikirkan masalah PPDB,” ujar Beti.

Beti berencana, tahun ajaran baru akan membuka 3 kelas untuk kelas I yang masing-masing kelasnya berjumlah 35 siswa. “Sebelumnya kita hanya 2 kelas saja, sebenarnya dari tahun lalu mau buka 3 kelas tapi sekolah ini dapat batasan jadi hanya dua kelas,” katanya.

Senada, Kepala SMPN 13 Depok, Hehen Hendra pun mengaku, juknis PPDB belum juga turun. Ia mendapat informasi minggu depan juknis PPDB akan turun. PPDB akan dimulai awal Juli mendatang.

“Rencananya, tahun ini SMPN 13 Depok akan menampung 9 kelas. Tahun lalu kita ambil 360 siswa. Tahun ini rencananya antara 288-360 siswa. Setiap kelas 32 siswa karena sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan (SNP),” singkat Hehen.(ind)

 

You may also read!

Pemuda bojongsari ikan

Isi Kegiatan Positif, Pemuda Bojongsari Budidaya Ikan Konsumsi

BUDIDAYA : Pemuda RT02/12, Kelurahan Bojongsari sedang memberi makan ikan budidaya mereka. FOTO : INDRA

Read More...
Nu pasang bendera hari santri nasional

Hari Santri Nasional, NU Pasput Pasang Ribuan Bendera

PASANG BENDERA : Pengurus ranting NU Kelurahan Pasput sedang memasang bendera dalam rangka peringatan Hari

Read More...
kepala disdukcapil

Disdukcapil Kota Depok Andalkan G-Form untuk Pelayanan

MUDAH : Kepala Disdukcapil Kota Depok, Nuraeni Widiyatti menunjukkan formulir pendaftaran/hilang akta kelahiran di ruangannya.

Read More...

Mobile Sliding Menu