Ahok: Saya Aman di Sini

In Utama

 

RADAR DEPOK.COM – Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dipastikan tidak mendapat perlakuan istimewa dari pihak kepolisian saat ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Cimanggis, Kota Depok. Dia mendapat perlakuan yang sama dengan tahanan lainnya setelah resmi masuk sel.

Kabag Ops‎ Brimob Kombes Waris Agono mengatakan, Ahok menempati sel di lantai satu. Ahok juga tidak dicampur dengan tersangka makar Muhammad Al Khaththath alias Gatot Saptono.

“Ahok di lantai satu,” kata Waris di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Kamis (11/5).

Waris juga mengatakan, di dalam tahanan Mako Brimob itu ada beberapa blok. Sehingga dirinya tidak mengetahui Ahok ditempatkan di blok mana.

Sementara fasilitas yang didapatkan mantan Bupati Belitung Timur ini juga sama dengan tahanan yang lainnya. Tidak ada fasilitas lebih seperti AC, kasur empuk, dan kamar yang luas. “Kamar Ahok berukuran 2×3 meter untuk satu orang tidur hanya beralas saja dan kamar mandi di dalam,” kata Waris.

Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian yang namanya enggan disebutkan, tahanan di Mako Brimob ada tiga lantai, dan Ahok menempati lantai satu. Dalam tahanan itu juga terbagi tiga blok, yakni blok a, b dan c.

Sekadar informasi, majelis hakim Pengadilan Negari Jakarta utara yang diketuai oleh Dwiharso Budi Santiarto menjatuhkan vonis 2 tahun kepada Ahok, karena terbukti melakukan penodaan agama. Vonis hakim ini juga diketahui lebih berat ketimbang tuntutan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (Ahok), yakni sebesar 1 tahun penjara dengan masa percobaan 2 tahun.

Perlu diketahui, pascasidang vonis Ahok sebelumnya ditahan di Rutan Cipinang, Jakarta Timur. Namun, dengan alasan keamanan pada Rabu (10/5) Ahok dipindahkan ke ruang tahanan Mako Brimob Kelapa Dua, Cimanggis, Depok. Hal ini mengundang simpati ratusan pendukungnya dan mendatangi Mako Brimob.

Mereka meminta agar Ahok dibebaskan, bahkan tak sedikit dari mereka rela mejadi penjamin Ahok. Simpatisan Ahok asal Pasar Minggu, Rudiyamin mengatakan, kedatangannya bersama delapan orang temannya guna membela Ahok dan siap menjaminkan diri untuk Ahok. Ia menilai, Ahok adalah orang bersih yang menjadi korban politik.

“Kami akan terus mendukung Pak Ahok guna memberikan support,” ujar Rudiyamin, kemarin (11/5).

Pantauan Radar Depok, sejak Kamis (11/5) pagi, sejumlah massa pendukung Ahok mendatangi Mako Brimob, Kelapa Dua. Mereka berbaur menjadi satu dengan pendukung Ahok yang bertahan dan menginap sejak Rabu (10/5). Tetapi, massa tidak diperbolehkan masuk ke dalam.

Seorang simpatisan Ahok, Aurell mengungkapkan, sebanyak empat bus yang sebelumnya ada di kantor Balaikota Jakarta, ikut bergabung dengan pendukung Ahok di Mako Brimob Depok. Dia mengaku, akan menggelar doa bersama dan menyalakan lilin sebagai bentuk dukungan kepada Ahok.

“Kami ingin Ahok dibebaskan, dia tidak bersalah jangan tukangi hukum Indonesia dengan kepentingan politik,” terang Aurell.

Aurell menuturkan, ia bersama yang lain patungan menyewa bus untuk mengantarkan simpatisan Ahok ke Mako Brimob Depok. Gerakan tersebut sebagai Aksi Damai dalam memberikan dukungan kepada Ahok. Tidak hanya itu, sejumlah bunga dan selebaran tulisan berjejer di tembok Mako Brimob. Salah satu tulisan berbunyi, “Yang gagal menghancurkanmu akan membuatmu lebih kuat, Pak Ahok,”.

Sejumlah artis pun tampak hadir memberikan dukungan. Seperti Roy Marten, Raden Mas Haryo Heroe Syswanto Ns, dan Dwi Yan, tetapi mereka tidak bisa masuk ke dalam. Dan mobil Lexus hitam bernomor polisi B 48 ELU sekitar pukul 14.55 WIB yang dikendarai harus memutar balik, karena tidak diperbolehkan masuk.

Roy Marten menyebutkan, petugas jaga memberitahukan bahwa pihaknya tidak dapat menemui Ahok dikarenakan bukan jam besuk. Jam besuk di Mako Brimob hanya diberlakukan pada Selasa dan Jumat. “Kami akan datang lagi, Selasa atau Jumat,” ucap Roy kepada Radar Depok.

Melihat banyaknya simpatisan mantan Bupati Belitung Timur berkumpul di halaman depan Mako Brimob, akhirnya Ahok menyapa dan memberikan imbauan kepada pendukungnya untuk membubarkan diri dengan tertib saat meninggalkan Mako Brimob. Himbauan tersebut dia sampaikan melalui Handy Talk yang diperdengarkan melalui pengeras suara.

“Teman-teman para pendukung saya yang ada di Mako Brimob, saya mengimbau teman-teman membubarkan diri. Ini kan markas Brimob, butuh ketenangan. Lagipula ini ada di Wilayah Depok, saya aman di sini. Saya mohon bubar. Bisa dibayangkan kalau penghuni di sini terganggu, nanti saya dipindahkan lagi bagaimana (kalau) ke luar kota,” kata Ahok.

“Itu kan tidak tepat juga, ini bukan wilayah DKI. Kalau di sini demi kebaikan saya saudara-saudara membubarkan diri. Kondisi saya sehat. Hari ini hari raya Waisak, saya minta bapak ibu membubarkan diri. Terima kasih banyak,” lanjut Ahok.

Usai mendengarkan pernyataan Ahok, tidak sedikit simpatisan dari pedukung Ahok yang meneteskan air mata, dan sesekali terdengar seruan, “Pak Ahok, Pak Ahok,” teriak seorang perempuan.

Dari sejumlah informasi yang dihimpun, ada 14 nama yang diperbolehkan menemui Ahok, Diantaranya, sembilan dari pihak keluarga, tiga dari pihak lawyer, dan dua dari ajudan Ahok. (cr2/JPG/dic)

 

 

You may also read!

Diskominfo depok

Depok Siapkan Rumah Singgah Covid-19 di Pondok Cina

TANGANI COVID-19 : Koordinator Komunikasi Publikasi Penanganan Gugus Tugas Covid 19 Kota Depok, Sidik Mulyono.

Read More...
Ridwan kamil ke depok terus

Dibutuhkan 150 Tempat untuk Vaksin 1,4 Juta Warga Depok

SIMULASI : Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat meninjau simulasi vaksin di Puskesmas Tapok, Kecamatan

Read More...
Vaksin kota depok seminggu

Ditargetkan Uji Klinis Vaksin Tahap Pertama di Depok Selesai 15 Hari

SIMULASI : Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat meninjau simulasi vaksin di Puskesmas Tapok, Kecamatan

Read More...

Mobile Sliding Menu