MELAS : Achmad Kosasih (42) pelaku penusukan terhadap ibu tirinya memelas saat di tahan di Mapolsek Sawangan. Foto: Ade/Radar Depok
MELAS : Achmad Kosasih (42) pelaku penusukan terhadap ibu tirinya memelas saat di tahan di Mapolsek Sawangan. Foto: Ade/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM -Seorang pria pengangguran nekat menusuk ibu tirinya Mulianih (50), kemarin. Hanya tidak disediakan makan siang di rumahnya Jalan Raya Pengasinan, Gang Masjid Nurul Hudha, RT01/02, Kelurahan/Kecamatan Sawangan, Achmad Kosasih (42) mengujamkan pisau dapur ke perut Mulianih.

Peristiwa cukup mencengangkan ini membuat heboh warga sekitar. Karena bapak dari pelaku dikenal sebagai ustad di lingkungan tempat tinggalnya.

Kapolsek Sawangan, AKBP Sutarjo, mengatakan, motif dari penusukan tersebut diduga akibat pelaku cemburu, karena perlakuan sang ibu tiri yang diketahui bernama Mulianih (50) jarang memberikan perhatian kepadanya.

“Menurut penuturan pelaku, dia iri karena korban yang merupakan ibu tirinya, seperti membedakan kasih sayangnya dengan ketiga anak kandung dari si korban,” katanya saat di konfirmasi Radar Depok, kemarin.

Korban yang sudah tinggal bersama pelaku sejak pelaku duduk di bangku sekolah dasar tersebut, kerap kesal karena tidak pernah mendapatkan perhatian seperti perhatian yang diberikan oleh ibu kandungnya yang telah meninggal.

“Mungkin rasa kesal pelaku semakin meningkat, saat pelaku ini baru pulang ke rumah dan hendak makan, namun saat dicek ke meja makan, tidak ada apa-apa,” lanjut Sutarjo.

Seketika pelaku langsung masuk kekamarnya dan mengambil pisau dapur yang disimpan di kamar pelaku. “Pelaku langsung menusukkan pisau tersebut ke ibu tirinya saat sedang duduk di ruang tamu,” katanya.

Tusukan sebanyak dua kali ke bawah perut sebelah kiri korban, membuat korban segera dibawa ke Rumah Sakit untuk dilakukan pertolongan pertama. Beruntung nyawa korban dapat diselamatkan dan pelaku kini mendekam di Mapolsek Sawangan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Kejadiannya sekitar pukul 12.00 WIB, dan usai melakukan perbuatannya pelaku sempat melarikan diri, namun pihak kepolisian dari Polsek Sawangan berhasil menangkapnya pada malam hari, dan tidak ada perlawanan saat ditangkap,” beber Sutarjo.

Pelaku telah melanggar UU No. 23 tahun 2004 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga, dan diancam dengan pasal 351 KUHP dengan hukuman diatas dua tahun penjara.

Sementara itu, menurut Ketua RT1/2 Sawangan, Khoirudin. Semenjak ditinggal mati ibu kandungnya, Kosasih yang kerap disapa Engkos, memang kurang mendapat perhatian dalam keluarga. “Setelah bapaknya menikah lagi hingga ada tiga orang anak dari istri keduanya, Kosasih merasa kurang diperhatikan tidak sama seperti dengan ketiga anaknya dari ibu tirinya,” ujar Khoirudin.

Konflik keluarga antara anak dan ibu tiri ini, kata Khoirudin, telah beberapa kali terjadi dan didamaikan oleh tokoh masyarakat sekitar. “Kami juga tidak habis pikir jika sampai melakukan hal seperti ini,” kata Khoirudin.

Mengenai pandangan pelaku di mata masyarakat, Khoirudin mengatakan, pelaku kurang berbaur atau bersosialisasi dengan warga sekitar. “Pelaku sendiri orangnya jarang keluar rumah. Jika ditegur warga saja pelaku hanya diam hanya lewat begitu saja tanpa menyapa,”ungkapnya.

Korban, sempat menjalani perawatan itensif di rumah sakit Fatmawati, namun kini telah diperbolehkan pulang. “Korban sudah diperbolehkan pulang namun masih butuh proses untuk penyembuhan,” lanjutnya. (ade)