PELAYANAN: Salah seorang warga sedang berkonsultasi tentang pemasangan alat kontrasepsi kepada salah satu petugas DPAPMK Kota Depok di acara TMKK. Foto: Pebri /Radar Depok.

 

PELAYANAN: Salah seorang warga sedang berkonsultasi tentang pemasangan alat kontrasepsi kepada salah satu petugas DPAPMK Kota Depok di acara TMKK. Foto: Pebri /Radar Depok.

Ada berbagai macam cara untuk bisa mencerdaskan masyarakat, terutama dalam hal perencanaan di sebuah keluarga. Dinas perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok, memanfaatkan kegiatan TNI Manunggal KB dan Kesehatan (TMKK) untuk berbagi pengetahuan tentang Keluarga Berencana (KB).

Laporan: Pebri Mulya /Radar Depok.

Bertempat di RT09/09, Kelurahan/Kecamatan Limo, DPAPMK Kota Depok membuka pelayanan untuk masyarkat, terutama untuk mereka yang sudah berkeluarga. Pelayanannya berupa KB gratis dan juga tips merencanakan kelahiran.

Kegiatan tersebut, adalah bagian dari TMKK yang merupakan salah satu kegiatan dari TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang diadakan Kodim 0508 Kota Depok. Tetapi, pelayanan tersebut, dibukan pada saat pembukan TMMD pada tanggal 4 April 2017 dan pada saat penutupan yang berlangsung kemarin, 4 Mei 2017.

Kabid Ketahanan Keluarga dan Keluarga Berencana, Tatik Wijayati mengatakan, program KB yang dilakukkan adalah Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Maksudnya, dengan pemasangan alat kontrasepsi IUD dan implant untuk perempuan. Jadi, untuk IUD memiliki jangka waktu yang cukup lama, yakni 7 – 8 tahun. Sedangkan untuk implant, lebih sebentar waktunya, yakni tiga tahun saja.

“Ini semua bersifat gratis. Jadi, masyarakat dalam berkonsultasi tentang perencanaan dalam sebuah keluarga, dan juga bisa mendapatkan alat kontrsepsi gratis,” ucapnya kepada Radar Depok.

Tatik menjelaskan, program KB tersebut, sebenarnya untuk memotivasi serta menyadarkan masyarakat menjadi akseptor yang artinya orang yang menerima, serta mengikuti (pelaksanaan) program KB. Selain itu, juga mengajak masyarakat untuk membuat perencanaan dalam berkeluarga, terutama tentang memiliki anak.

“KB adalah salah satu program untuk menekan laju pertumbuhan penduduk. Jadi, sebuah keluarga harus bisa membuat perencanaan yang matang tentang konsep keluarganya nanti. Salah satunya adalah dengan menerapkan KB dalam rencana tersebut,” katanya. (*)