Butuh Sentuhan Pemerintah, Siap Berbagi Ilmu dengan Katar Lain

In Metropolis
TAMU : Anggota RCE fotobersama Ketua LPM Kelurahan Cimpaeun Nuryadin dan tamu di Kedai RCE di RT01/05 Kelurahan Cimpaeun, Tapos. Foto:Ricky/Radar Depok

Melek Bisnis bersama Remaja Cimpaeun Enterprise (3-Habis)

Usaha kafe dan tempat makan yang dikelola RCE memang bisa dibilang sudah mandiri. Tetapi, selayaknya remaja, mereka masih butuh sentuhan dan kepedulian dari figur bapak, dalam hal ini Pemerintah Kota Depok.

Laporan : RICKY JULIANSYAH

Pasca di launching sebulan lalu, Kedai RCE mulai di kedatangan tamu, dan beberapa menjadi pelanggan setia, mulai dari per orangan, keluarga hingga komunitas atau ormas.

Beberapa komunitas yang eksis pun diajak nongkrong di kedai yang beralamat di RT01/05 Kelurahan Cimpaeun, Tapos. Sebut saja, Komunitas stand up komedi Kota Depok, Jack mania, Gann Tapos, Karang Taruna Kelurahan Cimpaeun

Dan paguyuban RT/RW Kelurahan Cimpaeun.

Tidak hanya sekedar mencicipi hidangan dan ngopi, mereka juga melakukan kegiatan di Kedai RCE atau joint even bahasa kerennya.

Bahkan, Ketua LPM Kelurahan Cimpaeun, Nuryadin pun kerap menyempatkan diri untuk mampir nyeruput kopi dan makanan ringan di kedai tersebut.

“Sebagai warga Cimpaeun, saya bangga anak-anak mudanya bisa membuka usaha seperti ini, salah satu support saya ya kalau ada waktu, meski malam hari, saya sempatkan mampir dan mengajak pengurus LPM atau teman-teman ke sini,” tutur Nuryadin.

Bisa dibilang, Kedai RCE untuk ukuran pengelolaan yang dilakukan anak-anak muda, di atas kertas sudah berjalan dengan baik, tetapi masih banyak kekurangan di sana-sini yang harus dibenahi dan dilengkapi.

Hal tersebut diamini Sekretaris RCE, M. Aji Juaeni, kata dia modal awal yang dikumpulkan anggota RCE, untuk membangun kedai masih terbilang minim. Sebab, uang tersebut belum cukup untuk membeli seluruh alat kelengkapan layaknya kafe yang dikelola pebisnis berduit.

“Uang segitu baru mengangkat apa, alat belum kebeli semua. Kedai begini belum sewa tempat, gaji karyawan dan peralatan yang mahal,” kata Aji.

Untuk menyiasati agar modal yang dikumpulkan tidak tersedot untuk membeli peralatan dan aksesoris kedai, beberapa anggota pun merelakan perabotan dan alat elektronik yang ada di rumahnya dihijrahkan ke kedai.

“Apa yang kita punya di rumah, demi kepentingan kedai dibawa, seperti kipas angin, alat-alat musik, sound sistem saja kami masih ngutang, ada teman yang mau dibayar setelah kedai berjalan dan memiliki keuntungan,” tutur Aji.

Karenannya, sebagai anak muda, mereka membutuhkan pengayom untuk mendukung kegiatan positif untuk pengembangan bisnis berbasis kepemudaan.

Sentuhan dan kepedulian dari Pemkot Depok ini lah yang dinanti-nantikan anggota RCE untuk menggembangkan bisnis yang dijalankan oleh para pemuda. Sebab, hal ini sejalan dengan program kota Depok yang katanya sahabat pemuda dan juga sahabat UKM.

“Jika memang benar sahabat pemuda dan UKM, kami ingin usaha kami dilirik dan mendapat sentuhan positif dari Pemkot Depok. Selama ini, program yang dikerjakan Pemkot Depok hanya sebatas pelatihan ketrampilan untuk pemuda, tetapi belum menyentuh hingga bantuan permodalan. Kalau kami, cuma butuh support sedikit lagi untuk mengembangkan usaha, jelas pula usahanya,” ungkap Aji.

Jika sudah berjalan dengan baik, program dan apa yang sudah dijalankan RCE, tentu saja tidak disimpan sendiri untuk kepentingan anggotanya.

Bahkan, Aji menegaskan, pihaknya dengan tangan terbuka dan tidak segan untuk membagi ilmu managemen dan pengelolaan usaha berbasis kepemudaan yang sudah diterapkan anggotanya untuk Pemuda Kelurahan Cimpaeun.

“Kami siap jika katar lain mau belajar membuka usaha seperti kami. Paling tidak untuk managemen pengelolaan dan pelatihannya. Karena kami ingin seluruh pemuda, khususnya Katar di Kota Depok dapat memiliki usaha sehingga tidak lagi mengandalkan donatur-donatur untuk membuat kegiatan dan acara di lingkungan,” ucap Aji. (Habis)

You may also read!

gizi buruk di baktijaya

Di Baktijaya Ada Bayi Gizi Buruk

BANTUAN : Lurah Baktijaya dan Camat Sukmajaya sambangi bayi stunting berusia 7 bulan (MR) di

Read More...
RTLH di jatijajar terabaikan

Dua Tahun, RTLH di Jatijajar Terabaikan

ROBOH : Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di RT 1/1 Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos. FOTO

Read More...
Lurah Kemirimuka, Khairul Adyan

Lurah Kemirimuka Serukan Imbauan di Musim Penghujan

Lurah Kemirimuka, Khairul Adyan.   RADARDEPOK.COM, KEMIRIMUKA - Lurah Kemirimuka, Khairul Adyan menghimbau dan mengajak warga untuk

Read More...

Mobile Sliding Menu