RAPAT: Pengurus DPD Partai Golkar se-Jawa Barat menggelar rapat membahas pencalegan dini, belum lama ini.

 

RAPAT: Pengurus DPD Partai Golkar se-Jawa Barat menggelar rapat membahas pencalegan dini, belum lama ini.

RADAR DEPOK.COM  Partai Golkar menatap serius gelaran Pileg 2019. Meski baru dimulai dua tahun lagi, partai berlambang Pohon Beringin itu sedari dini sudah tancap gas. Salah satu bentuknya, Golkar sudah mulai menjaring calon legislatif yang berencana memakai jasanya.

Ketua DPD Partai Golkar Kota Depok, Farabi A Arafiq, mengatakan pihaknya sudah membuka pendaftaran bakal calon legislatif 2019 per tanggal 1 Mei lalu.

“Kami buka karena sudah ada keputusan setelah hasil rapat Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Jawa Barat,” ungkap Farabi, kepada Radar Depok, kemarin.

Pendaftaran akan ditutup pada 27 Juli 2017. Farabi memersilahkan kepada siapa saja yang ingin maju di Pileg 2019 untuk mendaftar. “Kami beri tiga bulan waktu pendaftaran,” ucap dia.

Ketua Bapilu DPD Partai Golkar Kota Depok, Poltak Hutagaol, menjelaskan jika bagi para pendaftar, mesti dulu menyanggupi persyaratan yang ada. Tentunya sesuai dengan undang-undang pemilu. “Intinya harus bebas narkoba. Dan kami tidak pungut biaya pendaftaran,” ucap Poltak.

Disinggung kemungkinan adanya orang luar (non kader) yang ingin juga mendaftar, Poltak menggarisbwahi bila tetap ingin memakai jasa Golkar, mesti dulu memiliki Kartau Tanda Anggota (KTA) terlebih dahulu.

Ada satu lagi persyaratan yang cukup menyentil. Yakni, dilarang beristri dua atau poligami. “Iya itu tekanan dari DPD Partai Golkar Jawa Barat. Harus ada pakta integritas, tak boleh punya dua istri kedepanya,” ujarnya.

Lebih lanjut, tambah dia, setelah banyak yang terdaftar. Pihaknya akan memberikan pimbingan dan pembinaan politik, sehingga mereka (calon legislatif) bisa berjuang membawa aspirasi masyaraka bila sudah terpilih.

“Kami berikan bimbingan kepada calon legislatif ini. Tujuannya agar mereka di lapangan, dapat mengimplementasikan politik santun dan berkarakter,” pungkasnya. (irw)