Dana BOS

In Metropolis

RADAR DEPOK.COM -Lagi-lagi, kepala sekolah (Kepsek) dipusingkan bantuan operasional sekolah (BOS), yang belum cair di triwulan kedua. Kini giliran kepala sekolah dasar negeri (SDN) yang mesti memutar otak. Sampai-sampai, ada kepsek yang meminjam uang ke suami untuk operasional sekolah berjalan.

Kepala SDN Kalibaru 5, Siti Hapsah mengaku, rela meminjam tabungan suami untuk menutupi keperluan sekolah yang berlokasi di Asrama Yonif Linud, Kecamatan Cilodong.

“Iya belum turun, BOS APBD triwulan satu dan dua, sama BOS APBN triwulan dua juga belum. Ya akhirnya saya pakai uang sendiri. Dan nyari dana talangan juga,” ujar Siti kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Menggunakan dana pinjaman dari tabungan keluarga dirasa lebih aman, jika dibanding harus meminjam di bank yang nantinya berbunga. Tiap bulannya, Siti mengaku meminjam tabungan suaminya lebih dari Rp5 juta.

“Saya pinjam pakai tabungan bapak di rumah. Kalau pinjamnya ke bank kan pakai bunga, nanti kita tambah pusing. Honor aja satu bulannya Rp8 juta” katanya.

Menurut kabar yang ia terima, pemerintah menjanjikan dana BOS akan turun pada Jumat pekan lalu, namun hingga saat ini belum juga turun.  “Kabarnya Jumat kemarin, tapi sampai sekarang belum,” katanya.

Dikonfimasi terpisah, Kepala SDN Curug 2, Endang Wahyudi pun mengatakan serupa. Menurutnya, Ujian Sekolah tahun ini bukan hanya menjadi ujian bagi siswa yang mengerjakan, namun ujian bagi kepala sekolah yang pintar-pintar untuk mencari dana. “Ya bisa-bisa kepala sekolah saja, pinjam sana-sini. Benar-benar diuji kesabarannya para kepala sekolah saat ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis Pendidikan (UPTP) Kecamatan Sukmajaya, Abu Mutholib mengungkapkan, dana BOS jenjang SD belum turun bukan hanya terjadi di Depok saja, namun di seluruh Indonesia.

“Iya belum turun, se-Indonesia kali ya,” ujar Abu.

Dana BOS dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang turun untuk satu siswanya berkisar Rp800.000 pertahun. Sedangkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Rp40.000 perbulan.

Menimpali hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Mohammad Thamrin mengatakan, BOS dari APBN pada triwulan pertama sudah cair sedangkan triwulan kedua sedang diproses. “Kalau yang yang triwulan satu dari APBN sudah cair, yang triwulan dua sedang diproses. Mudah-mudahan secepatnya,” singkat Thamrin. Sayangnya ketika ditanya lebih lanjut terkait BOS APBD yang belum cair tak menanggapi.

Perlu diketahui di Kota Depok terdapat 273 SDN dan total siswa mencapai ratusan ribu siswa. Pantauan Radar Depok dilapangan selain di SDN Kalibaru 5 dan SDN Curug 2 hampir diseluruh SDN belum menerima BOS dari APBN dan APBD.(ind)

 

You may also read!

pradi ngobrol sama nenek

Pradi Didoakan Nenek Usia 106 Tahun

SUNGKEM : Calon Walikota Nomor Urut 1, Pradi Supriatna saat sungkem ke Mak Naimah nenek

Read More...
imam bertemu pendukung

Idris-Imam Selalu Tepati Janji Kampanye

DUKUNGAN : Calon Wakil Walikota Depok Nomor Urut 2, Imam Budi Hartono saat sosialisasi di

Read More...
maksimal nikah di KUA

Nikah di KUA Maksimal 10 Orang

Kepala KUA Beji, Dede Nasip.   RADARDEPOK.COM, BEJI – Pandemi Covid-19 benar-benar merusak segala sendi kehidupan. Bikin

Read More...

Mobile Sliding Menu