HASIL VOTING: Para perwakilan fraksi saat voting Alat Kelengkapan Dewan Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Depok, Selasa(2/5). Foto:Irwan/Radar Depok
HASIL VOTING: Para perwakilan fraksi saat voting Alat Kelengkapan Dewan Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Depok, Selasa(2/5). Foto:Irwan/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPRD Kota Depok resmi dirombak, Selasa (2/5), bersamaan dengan Rapat Paripurna pembukaan masa sidang kedua.

Nah, yang menjadi cerita dari perombakan ini, ialah kenyataan bila Fraksi PAN tidak mendapat jatah pimpinan AKD. Boleh dibilang ini menjadi kemunduran.

Sebelumnya, PAN mengantongi dua pimpinan AKD: Badan Kehormatan (Fitri Hariono) dan Komisi D (Lahmudin Abdullah).

Disinggung menyoal ini, Ketua DPD PAN Kota Depok, Igun Sumarno membantah bula fraksinya dikatakan tidak mendapat jatah (AKD) atau ditinggalkan.

“Fraksi PAN dapat di pimpinan AKD. Malah dapat dua di posisi Koordinator AKD Komisi C dan D. Itu kan (koordinator) salah satu AKD juga,” ungkap Igun kepada Radar Depok, kemarin.

Koordinator yang dimaksud adalah posisi Igun yang notabene juga menjabat Wakil Ketua DPRD Kota Depok. Dirinya dipercaya sebagai koordinator Komisi C dan Komisi D. Dia menilai bila jabatan koordinator, justru lebih tinggi (dari ketua komisi atau badan).

“Diakui atau tidak, PAN adalah partai papan atas di Depok. Jadi dari mana bahwa PAN ditinggal. Lalu jangan salah tafsir pucuk pimpinan AKD ada di koordinator,” kata dia menjelaskan.

Sementara itu, Anggota Fraksi PAN DPRD Kota Depok, Azhari mengaku tidak mempermasalahkan, bila pihaknya tidak mendapatkan jatah pimpinan di AKD. Sebab yang terpenting, kata dia, Fraksi PAN tetap bekerja untuk membangun Kota Depok.

“Tidak ditinggalkan Fraksi PAN. Kami tetap bekerja saja,” singkatnya. (irw)