Depok Kekurangan Kelas

In Pendidikan
MONITORING: Walikota Depok, Mohammad Idris meninjau pelaksanaan US/M hari kedua di SDN Ratujaya 4, kemarin. Foto: Pebri /Radar Depok.

RADAR DEPOK.COM, CIPAYUNG – Walikota Depok, Mohammad Idris mulai menyoroti kelengkapan sarana dan prasarana dunia pendidikan. Ternyata kebutuhan ruang kelas dengan jumlah rombongan belajar (rombel) terutama jenjang SD masih sangat kekurangan. Sampai saat ini masih banyak sekolah yang menerapkan tiga waktu pembelajaran.

“Berkaitan dengan kapasitas siswa dengan sarana dan prasarana masih harus ditingkatkan. Karena masih banyak kekurangan ruang kelas. Tentu ini harus diperhatikan,” ucapnya kepada Radar Depok saat meninjau pelaksanaan US/M di SDN Ratujaya 4, kemarin.

Idris menyatakan hal ini tentu akan menjadi pembahasan Pemkot Depok, apakah kebutuhan sarana dan prasarana dunia pendidikan, terutama kebutuhan ruang kelas adalah sesuatu yang krusial atau primer. Jadi, harus banyak pertimbangan dalam memenuhi kebutuhan pelayanan kepada masyarakat.

“Apakah peranannya esensial darurat. Jadi, harus direkapitulasi, apakah sebagai persoalan yang krusial atau primer. Harus ada pembahasan dan kajian terlebih dahulu,” katanya.

Idris menjelaskan, hal ini tentunya berkaitan dengan penerapan Kurikulum 2013. Mengingat jam belajar akan lebih panjang, yakni bisa sampai pukul 14:00. Tentu hal ini tidak akan bisa dilaksanakan, jika sekolah masih menerapkan tiga waktu pembelajaran. Mulai dari kelas 07:00 – 09:30, 10:00 – 12:30 dan 12:30 – 17:00.

“Ini berkaitan dengan penganggaran. Oleh karena itu, akan lebih efektif dengan melakukan pembahasan bersama dewan, untuk memprioritaskan sarana dan prasarna. Karena pembangunan yang nomilanya Rp200 juta akan diarahkan ke Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Depok. Tetapi, kajiannya dari Dinas Pendidikan Kota Depok. Jangan sampai ada permohonan yang mubazir,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Mohammad Thamrin menuturkan, sekarang ini memang masih ada ketimpangan antara jumlah rombel dengan jumlah ruang kelas. Hampir kekurangan 3.000 ruang kelas untuk bisa memenuhi kebutuhan dunia pendidikan, agar semua sekolah bisa menerapkan satu waktu pembelajaran saja. Dengan begitu, penerapan Kurikulum 2013 akan lebih maksimal.

“Jangan sampai kita mengorbankan dunia pendidikan. Pendidikan adalah area untuk mencetak generasi bangsa yang berkualitas. Jadi, pelayanannya harus maksimal, termasuk dalam memenuhi kebutuhan sarana dan prasarananya,” tuturnya. (peb)

You may also read!

XL axiata pimpin industri

XL Axiata Pimpin Industri Transformasi Digital

PELOPOR : XL Axiata menjadi perusahaan telekomunikasi pertama di Asia Tenggara yang menggunakan SAP S/4

Read More...
webinar axis

Bikin Virtual Meet Up Jadi Makin Seru #KenapaNggak

  RADARDEPOK.COM - Selama masa pandemi dan dirumah aja, tentunya ada beberapa kebiasaan kita yang ikut berubah. Misalnya, dulu kalau

Read More...
SMK putra bangsa alfamidi

Guru SMK Putra Bangsa Ikut Alfamidi Class

PROGRAM : Lima guru SMK Putra Bangsa mengadakan Program Alfamidi Class dengan menjalani Trainning for

Read More...

Mobile Sliding Menu