RAMAI : Bus saat hendak memasuki Terminal Terpadu Kota Depok di Jalan Margonda, Kelurahan Depok, Pancoranmas, kemarin. Foto:Irwan/Radar Depok
RAMAI : Bus saat hendak memasuki Terminal Terpadu Kota Depok di Jalan Margonda, Kelurahan Depok, Pancoranmas, kemarin. Foto:Irwan/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Kejadian kecelakaan di wilayah Puncak, Bogor, beberapa waktu lalu, mendapat perhatian serius dari DPRD Kota Depok. Ini kaitannya dengan kesiapan armada bus dari Depok untuk keperluan mudik Idul Fitri.

Sebab itu, Komisi B DPRD Kota Depok akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Depok, agar kecelakaan akibat armada bus yang tidak layak bisa dihindarkan. Demikian ditegaskan Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Depok, Rienova Serry Donie.

“Kami akan lakukan pengawasan bus yang digunakan untuk trasportasi dan mudik di Lebaran nanti,” ungkap Rienova, kepada Radar Depok, kemarin.

Langkah koordinasi, kata dia, untuk menciptakan keamanan bagi para penguna bus. Selain juga, agar harga tiket sesuai ketentuan yang disepakati oleh pihak pemerintah dan perusahaan bus. Tidak ada penyelewengan harga.

“Pastinya kami akan koordinasi ke Dishub agar tidak menaikan tiket harga semaunya oleh pihak pengusaha. Tetapi mengikuti ketentuan harga yang disepakati,” kata dia.

Politisi Gerindra ini menambahkan, pihaknya juga akan mengajak Dishub untuk melakukan sidak, guna mengecek kondisi bus di perusahan dan agen. Namun, sebelumnya pihaknya akan membahas dengan ketua Komisi B dan anggotanya lainya soal dialukan giat sidak ke lokasi perusahan bus.

“Kami rasa giat sidak ke lokasi sangat krusial dalam menjelang lebaran,” beber dia.

Lebih jauh, dia mengatakan, berdasarkan pasal 48 hingga pasal 55 UU No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, menyatakan bila uji kir dilakukan terhadap kendaraan bermotor kendaraan penumpang umum, mobil bus, mobil barang kendaraan khusus, kereta gandeng, dan kereta tempelan yang dioperasikan di jalan umum.

“Harus mengikuti undang undang, kalau mau selamat,” katanya. (irw)