Di HLUN Pemkot Sayang Lansia

In Metropolis
APRESIASI : Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terus memberikan perhatian kepada lansia. Foto:Febrina/Radar Depok

**Berikan Fasilitas dan Rancang Perda Ramah Lansia

RADAR DEPOK.COM –Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN), dirayakan di lapangan Balaikota Depok, kemarin. Dalam perayaan tersebut Pemkot Depok terus besinergi dengan berbagai organisasi lansia di Kota Depok, dan memberikan fasilitas berupa berbagai kegiatan yang dijalankan.

Walikota Depok, Mohammad Idris mengatakan, bentuk perhatian yang diberikan tersebut mengacu pada Undang-Undang Dasar Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan lansia. Selanjutnya, ditindaklanjuti melalui Peraturan Daerah Kota Depok Nomor 43 Tahun 2004 tentang Kesejahteraan Lansia. Pemkot Depok saat ini sedang merencanakan pembentukan Rancangan Peraturan Daerah dalam mewujudkan Depok sebagai ramah lansia.

“Dalam rancangan tersebut, Pemkot akan memenuhi tujuh dimensi lansia yaitu spiritual, intelektual, emosional, sosial, fisik, vokasional, serta lingkungan,” ujar Idris kepada Radar Depok, kemarin.

Idris mengatakan, salah satu kegiatan yaitu Curhat Lansia dibuat dengan tujuan sebagai aspirasi dan masukan dari para lansia. Hal tersebut juga sebagai bentuk mewujudkan lansia yang sehat dan produktif. Maka, Pemkot Depok akan terus memberikan fasilitas yang dibutuhkan.

“Ini sebagai upaya mewujudkan lansia tangguh di Depok terus dilakukan. Dengan fokus meningkatkan kesejahteraan lansia, Pemkot Depok ingin lansia tetap produktif di masa tuanya dan turut serta membantu pembangunan di Kota Depok,” terang Idris.

Tidak hanya itu, lanjut Idris, Pemkot Depok juga terus berupaya memenuhi berbagai aspek kesejahteraan lansia baik di bidang pendidikan, kesehatan, serta ekonomi.

“Di hari lansia Nasional ini, semoga lansia Depok semakin produktif, aktif dan bahagia selalu. Serta berperan serta dalam membantu memajukan pembangunan di Depok,” tegas Idris.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos), Kania Purwanti menjelaskan, jika lansia di Depok terbagi dua kategori, yakni lansia sejahtera dan tidak sejahtera. Dinsos Depok lebih concern pada lansia tidak sejahtera, dengan memberikan bekal pelatihan agar berguna untuk memenuhi kebutuhan ekonomi.

Kemudian, ada lansia produktif sejahtera dan ada lansia produktif tidak sejahtera. Peran pemerintah adalah meningkatkan kondisi mereka menjadi sejahtera, seperti pembekalan pelatihan membuat produk dari daur ulang yang kemudian bisa dijual. Sedangkan lansia produktif sejahtera, akan lebih memudahkan karena bisa hanya dilantau oleh pemerintah tanpa harus jemput bola.

“Kalau produktif jika ada acara mereka bisa datang sendiri. Beda dengan non produktif kami yang jemput bola ke mereka. Tugas kami adalah mempertahankan produktifitas mereka agar dapat selalu bahagia, dan tidak bosan dirumah karena sudah lansia,” jelas Kania.

Saat ini Dinsos sedang melakukan pendataan dan pemetaan dengan turun langsung kebawah. Guna mendata lansia tidak produktif dan non sejahtera.

“Nanti mereka bisa di cek kesehatan oleh Dinkes. Mereka juga akan di cek KIS-Nya karena karena penerima bantuan,” tutup Kania.(ina)

You may also read!

Diskominfo depok

Depok Siapkan Rumah Singgah Covid-19 di Pondok Cina

TANGANI COVID-19 : Koordinator Komunikasi Publikasi Penanganan Gugus Tugas Covid 19 Kota Depok, Sidik Mulyono.

Read More...
Ridwan kamil ke depok terus

Dibutuhkan 150 Tempat untuk Vaksin 1,4 Juta Warga Depok

SIMULASI : Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat meninjau simulasi vaksin di Puskesmas Tapok, Kecamatan

Read More...
Vaksin kota depok seminggu

Ditargetkan Uji Klinis Vaksin Tahap Pertama di Depok Selesai 15 Hari

SIMULASI : Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat meninjau simulasi vaksin di Puskesmas Tapok, Kecamatan

Read More...

Mobile Sliding Menu