Dipukul Balok, Dikarungi, Dibuang ke Sungai

In Metropolis
REKA ADEGAN: Tiga tersangka sedang menjalani reka adegan kasus pembunuhan dengan korban Wahyudi alis Yudi (30), warga Kampung kempes, RT05/05, Citeureup, Bogor. Foto:Junior/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM  Kasus pembunuhan mayat di Sungai Ciliwung memasuki babak baru. Kemarin, penyidik menggelar reka ulang adegan guna melengkapi berkas penuntutan kepada para tersangka.

Adapun tersangka: Ibarhim alias Baim (23), Sulaeman alias Eman (30), dan Rudi alias Katek (22), menjalani sebanyak 15 adegan. Adegan mulai dari mengajak korbannya bertemu, hingga akhirnya dengan tega menghabisi nyawa Wahyudi alias Yudi (30), warga Kampung kempes, RT05/05, Citeureup, Bogor.

Seperti diketahui, tiga pelaku ini menaruh dendam kepada korban lantaran acapkali melaporkan rekan-rekannya ke polisi. Trio pembunuh ini adalah pengedar narkoba dan sudah cukup memiliki jaringan yang luas. Pun sebetulnya sama dengan korban, yang juga menjalani bisnis barang haram ini.

Akhirnya diaturlah skenario jahat tersebut. Mereka kemudian mengajak korbannya untuk bertemu di Jembatan Layang Cibinong. Mau diajak pesta ciu (minuman keras). Eman meminta Baim untuk menjemput korban yang tengah berada di SPBU, bilangan Citeureup, Bogor. Kondisi saat itu sudah pukul 22:00 WIB.

Sebelumnya, Eman mengutarakan niatnya untuk menghabisi nyawa korban. Kepada dua rekannya, jika mau membantu, akan diberikan imbalan. Rudi mendapat Rp700 ribu plus narkoba jenis sabu-sabu, sementara Baim diberi jatah Rp1 juta. Kesepakatan terjalin.

Saat korban tiba di lokasi, semua berjalan apa adanya. Mereka pindah tempat, menuju jembatan di Jalan Tegar Beriman, Bojonggede. Disana, mereka minum-minum ciu sampai mabuk.

Saat kesadaran korban tak lagi penuh, Eman mengeluarkan balok dari dalam tasnya. Dipukulnya kepala korban sampai tersungkur. Baim dan Rudi melakukan hal serupa.

Melihat korbannya tak lagi berdaya, Eman meminta Rudi untuk mencari karung. Dari selang waktu itu, Eman kemudian mengambil barang-barang berharga milik korban. Dia juga membuka celana korban, dan mengangkat sweater yang dikenakan sampai menutupi kepalanya.

Karena Rudi lama mencari karung, Eman lalu berangkat sendiri mencari karung. Rudi pun datang membawa karung. Cuma ukurannya terlalu kecil. Akhirnya karung yang dibawa Eman, yang dipakai.

Seloanjutnya, korban yang tak lagi bernyawa, kemudian dimasukan ke dalam karung dan dibuang ke Sungai Ciliwung. Celana dan dompet korban dibuang juga.  Mayat baru ditemukan warga pada Rabu (29/3), di Kebon Duren, Gang Pedati, RT04/04, Kelurahan Kalimulya, Cilodong.

Kuasa hukum tersangka, Herman Dionne, mengatakan bila reka adegan ini diperlukan guna mengetahui gambaran nyata saat peristiwa keji ini berlangsung. “Ini juga untuk kepentingan penyidikan. Kelengkapan berkas,” jelasnya.

Wakapolresta Depok, AKBP Faizal Ramadhani, menuturkan, ketiga pelaku merupakan residivis kasus narkoba. Mereka pernah mengecap dinginnya tembol Lapas Paledang. “Catatan dari kami, memang (pelaku) sudah beberapa kali ditangkap atas perkara narkoba,” jelasnya.

Lebih jauh, kata dia, adapun otak dari pembunuhan ini ialah Eman.  Atas perbuatannya, pelaku bakal dijerat pasal 340 dan atau 338 KUHP atas pembunuhan berencana. Ancamannya 20 tahun penjara. (jun)

You may also read!

Semburan air di cipayung

Ketua RT4/6, Cipayung : Kebocoran Air Tanah Sudah Biasa

LALAI : Terlihat sumber air bocor akibat dibor terlalu dalam oleh pengembang dari pengerjaan air

Read More...
Semburan air di cipayung

Dibor 175 Meter, Sumber Air Warga Cipayung Bocor

LALAI : Terlihat sumber air bocor akibat dibor terlalu dalam oleh pengembang dari pengerjaan air

Read More...
Diskominfo depok

Depok Siapkan Rumah Singgah Covid-19 di Pondok Cina

TANGANI COVID-19 : Koordinator Komunikasi Publikasi Penanganan Gugus Tugas Covid 19 Kota Depok, Sidik Mulyono.

Read More...

Mobile Sliding Menu