RAPAT : Suasana Rapat Paripurna dalam rangka pembukaan masa sidang ke dua tahun 2016-2017, belum lama ini. Foto: Irwan /Radar Depok.

 

RAPAT : Suasana Rapat Paripurna dalam rangka pembukaan masa sidang ke dua tahun 2016-2017, belum lama ini. Foto: Irwan /Radar Depok.

RADAR DEPOK.COM – Komisi B DPRD Kota Depok, pada masa sidang ke dua tahun 2016-2017 berencana mengevaluasi tiga bidang yang dinilai paling krusial. Antara lain, pertanian, pariwisata, dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Asasta.

“Semua akan kami evaluasi,” ungkap Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Depok, Rienove Serry Donie kepada Radar Depok, kemarin.

Dari tiga bidang itu, Rienova menuturkan, untuk PDAM Tirta Asasta akan dievaluasi terkait soal jaringan, distribusi, jumlah pelanggan, dan dana dari Pemkot Depok pada 2016. “Kami mau lihat secara langsung seperti apa kelanjutannya. Bagaimana pun legislatif memiliki fungsi pengawasan,” tutur politisi Partai Gerindra itu.

Kata dia, sampai saat ini Kota Depok memang baru memiliki satu perusahaan pelat merah. Ya PDAM Tirta Asasta saja. Sebab itu, pihaknya juga berupaya mendorong Pemkot Depok membentuk Perusahaan Daerah (PD) Pasar. Tujuanya untuk menambahkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Lebih lanjut, dia mengatakan bila rencana pembentukan PD Pasar, perlu dibicarakan mendalam dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Dalam hal ini, mempertanyakan apakah Bappeda sudah membuat kajian atas rencana ini, dengan menyesuaikan dengan standar yang ada.

“Tentunya Komisi B juga harus memperhatikan aturan yang berlaku jika membentuk PD Pasar. Salah satunya dengan berkonsultasi dengan berbagai pihak di provinsi maupun di pusat,” tegasnya.

Soal bidang pariwisata, tambahnya, Komisi B akan memperjuangkan soal destinasi di kota ini agar bisa terealisasi: Depok memiliki tempat objek wisata lokal. “Jangan sampai tempat hiburan yang biasa-biasa saja. Harus dikelola dengan baik,” katanya.

Terpisah, Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Depok, Qurtifa Wijaya menyebutkan, Pemerintah Kota Depok di 2016 telah membantu pendanaan PDAM Tirta Asasta sebesar Rp125 miliar.

Dana itu untuk keperluan perkembangan perluasan jaringan pendistribusian air. Sehingga pelayanan PDAM milik Depok bisa  digunakan oleh masyarakat.

“Tapi di 2017 sebesar Rp100 miliar penyertaan modal dari APBD, begitu juga di 2016,” tandas Qurtifa. (irw)