Dosen Tak Dapat “Jatah”

In Utama
Joni Hermana
Sekretaris Pusat SBMPTN

**Seleksi di Perguruan Tinggi Negeri

RADAR DEPOK.COM – Munculnya isu kursi jatah untuk dosen di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) mulai mencuat seiring kembali dimulainya penerimaan mahasiswa baru di sejumlah PTN di Indonesia. Bahkan isu ini selalu menjadi perdebatan, karena banyak orang yang ingin sekali kuliah di universitas negeri.

Isu yang beredar, jatah kursi ini biasanya diperuntukkan bagi sanak saudara mereka agar dapat masuk PTN. Menanggapi hal ini, Sekretaris Pusat Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) Joni Hermana menepis isu tersebut.

“Ini perlu diklarifikasi, cerita bohong enggak ada itu (jatah, Red). Kita berlaku fair saja, dan saya pikir hal yang harus dijelaskan karena semua sekarang kan sistemnya tunggal,” kata Rektor Institut Teknologi Surabaya (ITS), disela kunjungannya ke Universitas Indonesia, Kota Depok, kemarin (16/5).

Selain itu lanjut Joni, di tempatnya banyak sekali kasus yang memanfaatkan rumor terkait adanya jalur belakang masuk otomatis ke ITS tanpa harus melewati jalur tertulis. Menurutnya, banyak orang tua yang jadi korban, karena anaknya dijanjikan masuk ITS.

“Tapi yang ada malah uang pendaftaran yang mereka berikan itu habis, dan anaknya gagal masuk ITS,” kata Joni.

Di sisi lain, Joni menegaskan, dia tidak akan ragu untuk menindak oknum yang terbukti memanfaatkan jalur tersebut.

“Saya sebagai Rektor, kalau menemukan hal demikian di tempat saya, jelas akan ambil tindakan tegas. Sanksi paling berat akan saya berikan kalau memang terbukti melakukan,” ujar Joni.

Sementara itu, Ketua Panitia Lokal Jakarta dari Universitas Indonesia, Bambang Wibawarta mengatakan sampai saat ini belum menemukan kasus maupun isu yang beredar tentang kursi jatah dosen. Ia menegaskan, UI betul-betul memanfaatkan tes jalur tertulis sebagai pintu masuk utama bagi calon mahasiswa yang mau kuliah di UI.

Menurutnya, sistem masuk mahasiswa sekarang tunggal harus melalui tes tertulis. Baik jalur SNMPTN, SBMPTN, dan SIMAK. “Kalau tidak masuk lewat jalur itu, berarti data siswa itu tidak tercantum dalam ssistem masuk mahasiswa tugal,” papar Bambang.

Polisi Berlakukan Satu Arah

Perlu diketahui, selama kegiatan SBMPTN, 16-18 Mei 2017 di UI, pihak Satlantas Polresta Depok memberlakukan satu arah masuk ke pintu gerbang kampus UI. Kasat Lantas Polresta Depok, Kompol Sutomo mengatakan, pihaknya bergabung dengan personel Polsek Beji menurunkan sebanyak 41 personel guna pengamanan selama ujian. Seperti kemacetan lalulintas.

“Jalur dari arah Margonda lewat fly over UI sebaliknya dari arah Komjen M Jasin menuju gerbang UI diberlakukan satu arah mengantisipasi terjadi kepadatan lalulintas,” ungkap Kompol Sutomo kepada wartawan, Selasa (16/5).

Mantan Kanit Regident Polresta Depok ini mengaku untuk pintu keluar bagi kendaraan dari dalam UI akan diarahkan masuk ke dalam hutan kota UI lalu keluar depan tugu buku arah Lenteng Agung.

“Walau pun ada kepadatan kendaraan yang masuk ke pintu utama UI dari atas flyover UI, anggota disiagakan guna mengurai kemacetan. Ada penyempitan jalan dari empat jalur menjadi dua jalur saat masuk gerbang UI,” pungkasnya. (gun/pkt/net/**)

You may also read!

pradi ngobrol sama nenek

Pradi Didoakan Nenek Usia 106 Tahun

SUNGKEM : Calon Walikota Nomor Urut 1, Pradi Supriatna saat sungkem ke Mak Naimah nenek

Read More...
imam bertemu pendukung

Idris-Imam Selalu Tepati Janji Kampanye

DUKUNGAN : Calon Wakil Walikota Depok Nomor Urut 2, Imam Budi Hartono saat sosialisasi di

Read More...
maksimal nikah di KUA

Nikah di KUA Maksimal 10 Orang

Kepala KUA Beji, Dede Nasip.   RADARDEPOK.COM, BEJI – Pandemi Covid-19 benar-benar merusak segala sendi kehidupan. Bikin

Read More...

Mobile Sliding Menu