SIAP MENDUKUNG: Kader Golkar, Eti Susilawati saat menghelat acara Isra Miraj dan santunan anak yatim, di Musala Asifa, Minggu (30/4). Foto: Irwan /Radar Depok
SIAP MENDUKUNG: Kader Golkar, Eti Susilawati saat menghelat acara Isra Miraj dan santunan anak yatim, di Musala Asifa, Minggu (30/4). Foto: Irwan /Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Nama Eti Susilawati, kader Partai Golkar Kota Depok, mulai digaungkan untuk dapat maju di Pileg 2019. dia diminta maju sebagai wakil rakyat daepil Tapos-Cilodong.

Endang Pamungkas, salah satu kader Golkar di Kelurahan Leuwinanggung, meminta kepada Eti untuk maju kembali menjadi calon legislatif.  Sebab, ia menilai kinerja Eti selama ini sudah dirasakan masyarakat

“Bu Eti memang sering turun ke lapangan dengan memperhatikan warga. Seperti melakukan aksi sosial di beberapa titik di Tapos dan Cilodong,” ungkap Endang kepada Radar Depok dalam acara Isra Miraj dan santunan yatim serta duafa di Musala As Sifa, RW08 Kelurahan Leuwinangung, Minggu (30/4).

Meskipun Eti pernah kalah di Pileg 2014. Namun bagi Endang, hal tersebut bisa menjadi tolok ukur dan pembelajaran. Sehingga di Pileg 2019 bisa meraih hasil gemilang.

“Kami yakin bisa menang di Pileg. Menjadi anggota legislatif,” katanya.

Hal sama diutarakan, Wawan, juga kader Golkar Leuwinanggung. Ia menaruh harap kepada Eti untuk bisa maju, sehingga bisa memajukan Leuwinanggung, daerah yang selama ini kurang perhatian. “Kami harap bu Eti bisa menjadi wakil kami,” ungkapnya.

Menangapi permintaan itu, Eti mengaku siap. Ia pun berencana mendaftar ke DPD Partai Golkar Kota Depok sebagai calon legislatif.

“Diminta warga dan kader Golkar di tingkat bawah. Saya siap,” ucap Eti di lokasi yang sama.

Disinggung soal aksinya di masyarakat. Ia menuturkan bila sudah banyak melakukan aksi turun ke warga, khususnya Tapos-Cilodong. Contohnya, menggelar santunan anak yatim, duafa, dan mengadakan kegiatan lainya. Termasuk menyosalisasikan Ketua DPD Partai Golkar Kota Depok, Farabi A Arafiq kepada masyarakat.

“Hari ini (gelaran Isra Miraj) ada 210 orang yang disantuni. Terdiri dari warga RW06, 07, 08, 09, dan RW10 Kelurahan Leuwinanggung,” ungkapnya. (irw)