Ingatkan Kakak Jangan Tinggalkan Salat

In Utama

 

BERDUKA: Jenazah Wisnu Dwi Airlangga siswa SMP Integral Hidayatullah yang meninggal akibat tergulung ombak di Pantai Cidora, Cilame, Rancabuaya, Garut, Jawa Barat disalatkan warga di sebuah masjid dekat rumah duka RT02/RW06 Kelurahan Pondok Cina, Beji, kemarin (18/5). Tampak hadir dan ikut menyalatkan Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna. Foto:Ahmad Fachry/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Jenazah Wisnu Dwi Airlangga (16) dan Muhammad Faisal Ramadhana telah dimakamkan, Kamis (18/5). Ratusan pelayat dari berbagai wilayah Kota Depok hadir mengiringi pemakaman keduanya. Hadir pula Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna. Wisnu dan Fasila merupakan korban meninggal usai digulung ombak di Pantai Cidora, Cilame, Rancabuaya, Garut, beberapa waktu lalu.

Diketahui, jenazah Wisnu ditemukan tim SAR gabungan pada Kamis (18/5) dini hari, lokasinya sekitar lima kilometer dari tempat korban hanyut. Setelah itu, jenazah dibawa ke Puskesmas Sukarame, Kecamatan Caringin, Garut untuk dibersihkan. Selanjutnya dibawa ke Kota Depok dan tiba di rumah duka Jalan Masjid Al-Istiqomah RT02/RW06 Pondok Cina Beji, pukul 14.00 wib.

Saat jenazah tiba langsung disambut isak tangis keluarga, kerabat dan tetangga yang menurunkan jenazah dari mobil ambulan. Di mata keluarga dan temannya, Wisnu adalah anak yang baik dan taat beribadah. “Saya bangga sama Wisnu, dia sudah hafal Alquran 4 juz,” kenang kakak korban, Ferdyansyah (17).

Hal yang paling diingat Ferdy—sapaan Ferdyansyah—yaitu seruan adiknya agar tidak meninggalkan salat lima waktu. Ferdy mengaku sudah berjanji kepada Wisnu mau mengajarkan sepeda motor. “Dia kan pesantren jadi jarang pulang. Sebelum UN dia bilang mau diajarkan motor, saya janji Rabu depan saat libur. Saya ikhlas, Allah lebih sayang Wisnu,” kata Ferdy berkaca-kaca.

Ibunda Wisnu, Nurhayani mengaku, tidak memiliki firasat apapun saat anaknya meminta izin pergi ke Garut pada acara perpisahan di sekolahnya. Senada, ayah Wisnu yaitu Lili Djunaedi mengatakan, ikhlas atas kepergian anaknya tersebut.

Setelah dimandikan dan disalatkan di masjid Al-Istiqomah, korban dimakamkan di TPU gg. salak, Pondokcina sekitar pukul 15.30 WIB. Rekan Wisnu, Nauval (13) mengatakan, sebelum kejadian ia sempat main ke warnet. “Sekarang udah nggak ada, kaget dengernya. Percaya nggak percaya,” kata Nauval.

Sementara itu, Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna yang hadir di rumah duka menyampaikan duka mendalam atas kepergian korban tenggelam. Ia juga bangga, karena korban di usianya masih belia sudah mampu menghafal Alquran. “Tentu kita semua kehilangan, karena bocah berprestasi itu telah pergi,” terang dia.

Pradi turut mengikuti kegiatan mulai dari penyerahan Jenazah dari pihak Yayasan hingga menyalatkan dan memakamkan. “Ini juga menjadi perhatian bagi warga yang hendak berlibur, agar lebih memperhatikan keselamatan keluarganya,” harap Pradi.

Terpisah, kepergian Muhammad Faisal Ramadhana (16) memberikan duka mendalam bagi keluarga Abdurrahman (46), warga Perum Alam Sukmajaya A/8 RT01/RW01 Sukmajaya. Dimata ayahnya, Faisal anak yang sangat peduli terhadap orang tua, sahabat, dan lingkungannya. Dia tidak mendapatkan firasat apapun menjelang kepergian Faisal.    “Saat dia pamit ingin pergi berlibur dengan teman dan pihak sekolah, saya sedang dalam perjalanan,” ujar Abdurrahman kepada Radar Depok, kemarin.

Faisal menyempatkan diri pulang kerumah pada Sabtu (13/5). Karena ada keperluan keluarga, Abdurrahman dan isteri Hernatriana (44) pergi ke Jakarta. Terbesit dibenaknya sempat menemui adik dari Muhammad Fauzan Ramadhan (19) sebelum berlibur. Namun, arus lalu lintas hari itu macet, dia tdak sempat bertemu Faisal. Walau pun intens melakukan komunikasi melalui handphone.

Sejak pamitan berlibur, Abdurrahman mendapat kabar dari pihak yayasan bahwa Faisal menjadi salah satu anak yang hilang di Pantai Cidora, Garut. Masih terngiang dibenak Abdurrahman, prestasi akademik Faisal yang mengalami peningkatan. Tidak hanya itu, dia masih menyimpan kenangan manis bersama anaknya tersebut.

“Waktu sakit dia sekolahnya harus pergi dan pulang sehingga tidak mondok,” kenangnya. Abdurrahman berharap, Faisal mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. (ade/dic)

You may also read!

anak seperti di sunat

Aneh, Bangun Tidur Anak di Cimpaeun ‘Anunya’ Seperti Disunat

KEJADIAN ANEH : Anak berusia empat tahun di RW 3 Kelurahan Cimapeun, Kecamatan Tapos saat

Read More...
ulama ke idris imam

Persatuan Ulama-Habaib Depok Beri Restu Idris-Imam

DEKLARASI : Dihadiri Paslon Nomor Urut 2 dan elit partai Koalisi TAS, Persatuan Ulama dan

Read More...
penghargaan naik tingkat

Sanggar Ayodya Pala : Siswa Ujian Kenaikan Tingkat Raih Penghargaan

RAIH PENGHARGAAN : Sejumlah siswa Sanggar Ayodya Pala yang telah mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat mendapatkan

Read More...

Mobile Sliding Menu