KUMUH : Jembatan penghubung Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan dengan Kelurahan/Kecamatan Cipayung, yang melintasi Kali Pesanggarahan, terlalu rendah dan dianggap sebagai penyebab banjir wilayah tersebut. Foto:Ade/Radar Depok
KUMUH : Jembatan penghubung Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan dengan Kelurahan/Kecamatan Cipayung, yang melintasi Kali Pesanggarahan, terlalu rendah dan dianggap sebagai penyebab banjir wilayah tersebut. Foto:Ade/Radar Depok

**Sawangan dan Cipayung Kebanjiran Bareng

RADAR DEPOK.COM , SAWANGAN – Rendahnya jembatan penghubung antara kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan dengan Kelurahan/Kecamatan Cipayung, dianggap menjadi penyebab banjir diwilayah tersebut.

Seperti diungkapkan, Siti (45) warga RT03/04, Kelurahan Pasir Putih. Warga yang membuka warung persis di sebelah jembatan tersebut ,mengaku rumahnya sering terendam banjir bahkan hingga sehari semalam.

“Banjirnya sampai 1 meter, jadi ya semalaman saya dan keluarga tidur diatas genangan air,” katanya.

Siti menambahkan, banjir tersebut baru dialaminya beberapa tahun kebelakang, semenjak jembatan penghubung yang melintang diatas kali pesanggarahan tersebut direnovasi, pada tahun 2012. “Dulu sebelum jembatannya direnovasi, kami tak pernah kena banjir,” lanjutnya.

Menurut Siti, pembangunan jembatan baru lebih rendah ketimbang jembatan sebelumnya. Hal tersebutlah yang dianggap menjadi pemicu banjir. “Soalnya jembatannya nampung sampah, dan kalau hujan besar pasti ada sampah kiriman. Air jadi terhambat dan meluber ke permukiman warga,” lanjutnya.

Siti berharap, Pemkot Depok segera mengambil tindakan. Pasalnya, dirinya dan beberapa warga lain di sekitaran lokasi jembatan tersebut, sudah bosan dengan banjir yang kerap melanda. “Jangankan hujan besar, hujan sedikit saja, air pasti meluap, ada sedikitnya lima rumah yang berada disini dan kerap terendam banjir,” bebernya.

Bukan hanya warga Sawangan, warga Kelurahan/Kecamatan Cipayung, tepatnya di RT04/08 pun juga merasakan hal serupa. Misalnya Juju (40), dirinya yang berjualan bensin eceran di sekitaran jembatan tersebut, selalu khawatir terhadap barang dagangannya jika banjir datang. “Kalau hujan, kami sudah merapihkan barang dagangan takut banjir,” katanya. (ade)