KADER MENDAPAT MOTIVASI: DPC PDIP Kota Depok menggelar rapat monitoring dan evaluasi bulan ke-V kaderisasi tingkat pratama angkatan I, yang digelar di aula RW05 Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, Minggu (7/5). Foto: Rama /Radar Depok.

 

KADER MENDAPAT MOTIVASI: DPC PDIP Kota Depok menggelar rapat monitoring dan evaluasi bulan ke-V kaderisasi tingkat pratama angkatan I, yang digelar di aula RW05 Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, Minggu (7/5). Foto: Rama /Radar Depok.

RADAR DEPOK.COM – Kaderisasi tingkat pratama angkatan I PDI Perjuangan Kota Depok memasuki bulan ke-V. Minggu (7/5), bertempat di aula RW05 Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, digelar rapat monitoring dan evaluasi. Kaderisasi ini diikuti 11 PAC, 63 Ranting, sayap partai seperti Repdem dan Bamusi. Termasuk anggota DPRD Depok Fraksi PDIP.

Monitoring dan evaluasi disampaikan Ketua Bidang Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Badiklatda) DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Tom Maskun dan Ketua DPC PDIP Depok, Hendrik Tangke Allo.

Di hadapan para kader, Tom mengingatkan, peserta kaderisasi harus bersungguh-sungguh mengikuti setiap tahapan. “Apa saja tugas kaderisasi ini? Bulan pertama yaitu konsolidasi internal. Kita harus membangun kultur budaya yang dimulai dari dalam. Konsolidasi bukan hanya pada saat monitoring seperti hari ini. Tapi bisa lewat grup WA (WhatsApp) atau pertemuan-pertemuan dari mulai Anak Ranting, Ranting, PAC sampai DPC. Bangun kekuatan, saling sharing apa saja yang harus dilakukan,” kata Tom.

Tugas kedua adalah mendata eksternal. Kemudian yang ketiga mendata komunitas. Di Depok, kata Tom, ruang lingkup komunitas bukan hanya mencakup lokal. Tapi ada pula internasional.

“Ini tugas berat bagi kalian. Harus tahu dan mendata setiap komunitas. Kalau perlu ketuanya coba ajak masuk menjadi bagian dari struktural. Contohnya, ada potensi ketua koperasi. Kalau memang anggotanya banyak, mulailah pendekatan,” katanya.

Kaderisasi bulan keempat yakni mendata penduduk. Pengurus Anak Ranting, kata Tom, mesti hapal jumlah penduduk di wilayahnya. Dengan melalui pendataan, dapat dilihat apakah wilayah tersebut merupakan basis dari PDIP atau bukan.

Kelima membuat catatan. Contohnya memetakan tempat pemungutan suara (TPS). Di dalam amanah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai, sambungnya, PDIP harus menang dalam setiap pemilu dari mulai TPS.

“Kita tidak lagi melihat kemenangan di tingkat kelurahan. Misalnya di satu RW kita kalah, kenapa bisa kalah? Apakah karena ada partai pesaing kita di situ? Atau memang basis kita, tapi kita kalah karena ada permainan politik uang?” kata Tom.

Tugas terakhir dari para kader yakni memetakan dari tugas kelima. Setelah dilihat penyebab-penyebabnya, maka langsung direkomendasikan ke tingkat DPC.

“Jadi pesan saya, kaderisasi pendidikan ini jangan hanya untuk mencari sertifikat untuk 2019 (pencalegan). Kalau memang nilai kalian bagus pasti akan lulus. Jadikan hari ini sebagai awal perjuangan kita untuk membangun partai, memenangi partai, bekerja agar partai kita ini selalu berada di atas,” pesan Tom. (ram)