RADAR DEPOK.COM – Kemeriahan hari jadi Kota Depok ke- 18 semakin berwarna dengan kegiatan karnaval nusantara. Sabtu (29/4), ribuan peserta karnaval turun ke jalan berbaur menjadi satu dengan memperlihatkan kreativitas dan ragam budaya nusantara. Hal itu menjadi momentum puncak dan memberikan pesan kepada masyarakat Depok merupakan kota yang majemuk.

Ketua hari jadi Kota Depok ke- 18, Sri Utomo mengatakan, kegiatan karnaval nusantara merupakan rangkaian kegiatan dalam menyemaraki hari jadi Kota Depok ke-18. Dalam kegiatan tersebut, tidak hanya budaya Kota Depok yang diperlihatkan, namun sejumlah budaya dari daerah lain ikut ditampilkan dan diperkenalkan kepada masyarakat yang menyaksikan karnaval tersebut.

“Dengan banyaknya budaya dan suku yang tinggal di Depok, kami menunjukan Depok merupakan kota yang humanis dan majemuk,” ujar Sri kepada Radar Depok, Sabtu (29/4).

Sri Utomo menjelaskan, kegiatan karnaval diikuti seluruh instansi Pemerintahan Kota Depok, baik dari tingkat kelurahan hingga tingkat Kota. Selain itu, instansi vertikal dan sejumlah pengusaha ikut ambil bagian dalam memeriahkan hari jadi Kota Depok ke- 18. Sri Utomo memperkirakan, peserta yang mengikuti karnaval berjumlah sekitar 4.000 peserta.

Sri Utomo mengungkapkan, kegiatan hari jadi Kota Depok yang dilaksanakan selama satu bulan dapat berjalan dengan baik. Selain itu, dia mengapresiasi instansi vertikal dan pelaku usaha ikut membantu menyemaraki hari jadi Kota Depok. Hal itu dapat menjadi refleksi dan menunjukan, bahwa kekompakan dan kebersamaan seluruh instansi dan element dapat bersatu guna menjadikan Kota Depok.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pelaksanaan kegiatan hari jadi Kota Depok,” terang Sri Utomo.

Sementara itu, warga Kelurahan Tanah Baru, Acum menuturkan, hari jadi Kota Depok jangan hanya dirayakan dalam bentuk seremonial belaka. Namun, hari jadi Kota Depok harus diimplementasikan Pemerintah Kota Depok dalam kegiatan pembangunan dan peningkatan ekonomi masyarakat. Acum mengakui, bahwa Depok telah memiliki perkembangan yang cukup besar dibandingkan pada 20 tahun yang lalu.

Namun begitu, sambung Acum masih ada pekerjaan rumah yang harus dibenahi Pemerintah Kota Depok. Diantaranya peningkatan fasilitas kesehatan di RSUD Depok, peningkatan infrastruktur drainase maupun situ disejumlah wilayah, dan peningkatan fasilitas pendidikan. Menurutnya, sekolah negeri khususnya Madrasah Aliyah (MA) Negeri belum dimiliki di Kota Depok, sehingga warga yang ingin bersekolah di MA Negeri harus keluar Kota Depok.

“Semoga hari jadi Kota Depok menjadi pelecut semangat pemerintah dalam membangun Kota Depok,” tutup Acum. (dic)