KIG Fokus Tata Lingkungan Sekitar Situ

In Satelit Depok

 

KIG: Relawan Kampung In The Garden berfoto dengan para stake holder setelah melakukan pembahasan mengenai penataan lingkungan sekelliling situ Pengasinan. Foto: Ade /Radar Depok.

RADAR DEPOK.COM, BOJONGSARI – Relawan Kampung in The Garden (KIG) yang merupakan gabungan dari Perwakilan ikatan alumni ITB Depok, Ikatan Arsitek Lansekap Indonesia (IALI), Universitas Indonesia, Universitas Gunadarma, ISTN, Rumah Kepemimpinan, Bimas, babinsa, PUPR Kota Depok, serta tokoh masarakat sekitar pengasinan dan karang taruna  (Katar) Pengasinan, berkumpul di Joglo Nusantara, Situ Pengasinan, Sabtu (13/5).

Para pihak pihak tersebut, berkumpul dalam rangka merancang kampung sekeliling situ Pengasinan secara patisipatif dari berbagai disiplin ilmu serta bersama warga sekitar situ. Untuk mewujudkan kampung yang ramah lingkungan.

“Kami ingin merancang kawasan sekililing situ seluas 64 Hektar, agar tertata asri sesuai keinginan masyarakat dan menjadi daerah tujuan wisata,” kata Ketua Forum Komunitas Hijau Kota Depok, Heri Syaefudin.

Heri menjelaskan, diharapkan model penataan kampung bersama masyarakat melalui pendekatan partisipatif dari berbagai disiplin ilmu dan multi dimensi tersebut, juga bisa di replikasi untuk penataan kampung-kampung di seluruh indonesia.

“Karena dapat melestarikan fungsi ekologis situ, sekaligus mengoptimalkan potensi rekreasi di sekeliling situ,” katanya.

Hasil dari pembahasan tersebut, lanjut Heri, hasil dari masukan rancangan dan keinginan masarakat tersebut akan di rumuskan dan akan menjadi pembahasan selanjutnya.

“Nanti hasil dari sini, akan didiskusikan lagi pada pertemuan kedua ahir Juli nanti,” katanya.

Situ, lanjut Heri, merupakan salah satu sumber cadangan air baku, pemasok air tanah dan juga sebagai pengendali banjir. Namun, dari 32 situ yang ada di Kota Depok, hanya tinggal 26 situ yang masih tersisa.

“Saya prihatin dengan situ di Kota Depok, bukan hanya jumlahnya yang berkurang, situ-situ yang ada pun semakin menyempit, semuanya terhimpit oleh pembangunan. Juga tak jarang ditemui situ yang tercemar limbah rumah tangga, dan mengalami pendangkalan akibat sedimentasi,” lanjutnya.

Selain melakukan pembahasan lingkungan sekitar situ, kegiatan KIG, antara lain akan menyelenggarakan 3 pelatihan pertamanan paralel bagi 60 petani tanaman hias di lingkungan Situ pada hari Rabu-Jumat, 17-19 Mei 2017. (ade)

You may also read!

kecelakaan jalan kartini

Bruukk..! Pesepeda Motor Mendadak Jatuh di Jalan Kartini

NGANTUK : Kecelakaan Motor di depan Ruko Kartini Jalan Kartini Raya, Kecamatan Pancoranmas. Minggu (18/10).

Read More...
katar PGS disinfektan

Dua Pekan Sekali, Katar PGS Semprot Disinfektan

GIAT : Karang Taruna (Katar) Pasir Gunung Selatan (PGS) menyemprot disinfektan di lingkungan RW 1,

Read More...

Lurah Jatijajar Bantah Karena Politik Ketua RW2 Terpilih Tidak Dikukuhkan

Lurah Jatijajar, Sugino.   RADARDEPOK.COM, JATIJAJAR - Terkait dugaan adanya keterkaitan penolakan pengukuhan RW 2 Jatijajar dengan

Read More...

Mobile Sliding Menu