Kostrad CIlodong Gelar Komsos Wawasan Kebangsaan

In Metropolis
SINERGITAS : Divisi Infanteri 1/Kostrad bersama stakeholder saat pelaksanaan Komsos Wawasan Kebangsaan di salah satu gedung serbaguna Divisi Infanteri 1/Kostrad Kecamatan Cilodong, Rabu (10/5). Foto:Dicky/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM –Melihat dinamika perkembangan masyarakat dan guna menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Rabu (10/5), Divisi Infanteri 1/Kostrad,di Kecamatan Cilodong menggelar komunikasi sosial (Komsos) bertajuk Wawasan Kebangsaan.

Aster Kasdiv-1 Kostrad, Kolonel Infanteri Nyamin mengatakan, melihat perkembangan ditengah masyarakat yang dapat menimbulkan perpecahan masyarakat, mulai dari munculnya pemahaman komunisme, hingga gerakan untuk mendirikan negara Islam. Divisi Infanteri 1/Kostrad perlu memberikan pemahaman wawsan kebangsaan kepada masyarakat.

“Kami melaksanakan kegiatan Komsos kepada stakeholder guna memberikan wawasan kebangsaan agar menjaga kesatuan dan persatuan,” ujar Nymanin kepada Radar Depok, Rabu (10/5).

Nyamin menjelaskan, masyarakat perlu mengetahui tentang paham gerakan golongan kanan dan gerakan golongan kiri. Nyamin menambahkan, maksud dari gerakan golongan kiri merupakan gerakan yang dilaksanakan menggunakan paham komunis yang beberapa waktu lalu sempat menjadi perbincangan di masyarakat. Sedangkan gerakan golongan kanan, merupakan gerakan golongan yang bersifat radikalisme.

Nyamin mengungkapkan, gerakan komunis sempat memecahkan bangsa Indonesia. Dan menyebabkan sejumlah Jendral besar terbunuh, sehingga terkenal dengan gerakan G-30 SPKI. Namun, dengan kesigapan TNI, gerakan tersebut berhasil diredam. Akan tetapi, masyarakat harus mengetahui bahwa gerakan tersebut dapat muncul dan menyusup melalui gerakan apapun, baik dunia politik, lingkup kerja, hingga ditengah kegiatan masyarakat lainnya. “Masyarakat harus mengetahui ciri dan gerakan yang dilakukan komunis atau PKI,”  terang Nymain.

Selain itu, sambung Nyamin saat ini tengah terjadi gerakan golongan kanan atau yang bersifat radikalisme atau ingin mendirikan suatu negara dengan agama tertentu. Seperti gerakan NII/DI/TII, Jamaah Islamiyah, dan beberapa organisasi lainnya. Ciri dari gerakan golongan kanan diantaranya, fanatik terhadap pendapatnya dengan menganggap pendapat orang lain selalu keliru, mudah memberikan swbutan kafir kepada orang lain yang tidak sepaham dengan pendapatnya, dan masih banyak ciri lainnya.

“Untuk itu, kami ingin masyarakat dapat memahami dengan fenomena yang terjadi sekarang ini, sehingga tidak dapat mudah terpecah belah,” tutup Nyamin. (dic)

You may also read!

simpatik kuda depok

Kuda Depok Terus Gencarkan Aksi Simpatik : Demi Kemenangan Idris-Imam, Kini Sasar 800 KK Serua

SANTUN : Anggota Kuda Depok membagikan masker kepada warga dalam aksi simpatik yang dilakukan di

Read More...
pelatihan linmas cimanggis

60 Linmas Cimanggis Jalin Sinergitas

GIAT : Penyelenggaraan sinergitas Linmas se-Kecamatan Cimanggis, Rabu (21/10). FOTO : LULU/RADAR DEPOK   RADARDEPOK.COM, CISALAK PASAR

Read More...
Kepala KUA Kecamatan Sukmajaya, Syamsudin Nur.

Sampai Oktober, Ada 1.007 Pernikahan di Sukmajaya

Kepala KUA Kecamatan Sukmajaya, Syamsudin Nur.   RADARDEPOK.COM, SUKMAJAYA – Mau tidak mau, imbas dari pandemi Covid-19,

Read More...

Mobile Sliding Menu