LESTARIKAN BUDAYA: Pertunjukan seni Sunda Wayang Golek diperlihatkan pada acara silaturahmi Paguyuban Urang Sunda Jabodetabek, berlangsung di rumah salah satu pengurus di Jalan Majelis Kebon Duren Kalimulya, Cilodong, Senin (1/5). IST/Dok.Pri
LESTARIKAN BUDAYA: Pertunjukan seni Sunda Wayang Golek diperlihatkan pada acara silaturahmi Paguyuban Urang Sunda Jabodetabek, berlangsung di rumah salah satu pengurus di Jalan Majelis Kebon Duren Kalimulya, Cilodong, Senin (1/5). IST/Dok.Pri

RADAR DEPOK.COM, CILODONG – Puluhan warga dari Tanah Pasundan yang tersebar di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) menggelar silaturahmi di Jalan Majelis Kebon Duren Kalimulya, Kelurahan Kalimulya, Cilodong, Senin (1/5).

Sementara ini, mereka menamakan diri Paguyuban Urang Sunda Jabodetabek. Hal itu disampaikan salah satu pengurus, Usep Kusnadi.

Tampak hadir sejumlah tokoh dan seniman Sunda, seperti Wakil Ketua DPRD Kota Depok Igun Sumarno, Pembina Bahasa Sunda Daningsih dan Wahyu Hidayat, Dalang Wayang Golek Deden, seniman Kacapi Suling Pamayang, seniman Cianjuran Dedi Omen, Hety, Imas, Ade, serta para inohong Sunda yang tinggal di Jabodetabek.

“Kehadiran kami murni ingin melestarikan budaya Sunda. Walau pun nama organisasi ini masih kami rancang dan diskusikan,” kata Usep kepada Radar Depok.

Kegiatan silaturahmi tersebut diisi perbincangan dan sejumlah pertunjukan seni Sunda. Mulai dari Calung, Cianjuran, Kacapi Suling, hingga Wayang Golek. Pada tembang Cianjuran sempat dinyanyikan tembang Es Lilin dan Serat Salira yang diikuti semua tamu undangan yang hadir.

Ada tema mereka selipkan dalam acara ini, yakni ‘Ngamumule Budaya Bangsa Khususna Budaya Sunda Tapi Teu Ningali Latar Belakang Suku, Budaya sareng Agama’. Artinya, Melestarikan Budaya Bangsa Khususnya Budaya Sunda, Tanpa Melihat Latar Belakang Suku, Budaya dan Agama.

“Pada pertemuan perdana ini alhamdulillah ada 42 orang yang bisa hadir. Seni dan budaya Sunda akan terus kami lestarikan, kami buktikan di pertemuan pertama ini. Akan ada pertemuan lanjutan untuk menentukan nama organisasi dan kepengurusan,” pungkas Usep. (gun)