HADIAH UTAMA: Ketua Panitia dan Pokja Situ Gadog menyerahkan hadiah motor kepada pemenang Mancing Mania Situ Gadog. Foto: Ricky /Radar Depok

 

HADIAH UTAMA: Ketua Panitia dan Pokja Situ Gadog menyerahkan hadiah motor kepada pemenang Mancing Mania Situ Gadog. Foto: Ricky /Radar Depok

RADAR DEPOK.COM, CIMANGGIS – Handi (41) mendapat durian runtuh. Musababnya, ikan dengan berat 2,6 kilogram yang diangkat, membuat warga RT04/06 Cisalak Pasar, Cimanggis, ini membawa pulang satu unit sepeda motor dari Mancing Mania di Situ Gadog.

Lomba mancing yang diselenggarakan atas kerja sama UD Baba dengan Kelompok Kerja (Pokja) Situ Gadog diikuti sebanyak 201 peserta dengan ikan yang ditebar hingga 1 ton.

“Pesertanya 201, kalau ikannya jadi 1 ton dari 1,8 ton. Karena kami mengejar hadiah,” kata Panitia Mancing Mania, Toni Prastiyo Santoso kepada Radar Depok.

Juara pertama mendapat satu unit Yamaha Mio, juara kedua mendapat tabanas Rp3 juta, ketiga Rp2 juta, juara keempat Rp1 juta, kelima Rp750 ribu, keenam Rp500 ribu dan juara ketujuh Rp250 ribu. “Pemenang ditentukan dengan ikan terberat. Hadiah utama itu off the road,” terangnya.

Menurut warga Kelapa Dua ini, pihaknya bekerja sama dengan Pokja Situ Gadog menggelar Mancing Mania lantaran ingin Situ Gadog dikenal banyak orang.

“Saya bersyukur para pemenang dan peserta tidak ada yang komplain. Hari Senin (1/5) akan ada mancing lanjutan, tiketnya Rp70 ribu dan dilepas 1 kg, juara dibagi 1 sampai 3,” tandasnya.

Ketua Pokja Situ Gadog, Herwandi, mengaku penyelenggaraan Mancing Mania berjalan dengan baik, karena tidak ada kendala berarti selama jalannya lomba.

“Dalam arti kata tidak ada kendala, inseden dan peserta puas, ikan yang diturunkan dan hadiah sesuai. Pesertanya pun ada yang dari Bandung, Sukabumi, Tanjung Priok dan lainnya,” kata Herwandi.

Artinya, menurut Herwandi, orang sudah mengenal Situ Gadog, tidak hanya warga Kelurahan Cisalak Pasar, Cimanggis atau Kota Depok saja.

“Kami berharap lomba selanjutnya dapat lebih baik. Rencana Agustus akan mengadakan pesta bumi, yakni mancing modern dengan joran modern dan tradisional yang menggunakan bambu. Sehingga ibu-ibu juga bisa jadi peserta nantinya,” papar Herwandi. (cky)