Merajut Kerjasama untuk Revitalisasi Situ

In Satelit Depok
RAPAT: Para stakeholder KIG, sedang melakukan rapat finalisasi kegiatan KIG yang akan dilaksanakan di Situ Pengasinan. Foto: Ade /Radar Depok.

Situ merupakan salah satu sumber cadangan air baku, pemasok air tanah dan juga sebagai pengendali banjir. Namun, dari 32 Situ yang ada di Kota Depok, hanya tinggal 26 situ yang masih tersisa. Bukan hanya jumlahnya yang berkurang, situ-situ yang ada pun semakin menyempit, semuanya terhimpit oleh pembangunan. Juga tak jarang ditemui situ yang tercemar limbah rumah tangga dan mengalami pendangkalan akibat sedimentasi.

Laporan: Ade Ridwan Yandwiputra /Radar Depok

 

Keberadaan situ-situ di Kota Depok saat ini cukup memprihatinkan. Hal tersebut mendorong para komunitas-komunitas di Kota Depok yang ingin situ-situ di Kota Depok, kembali berfungsi dengan baik.

Program yang ingin dilaksanakan adalah Kampung In the Garden (KIG). Adapun tujuan dari dilaksanakannya kegiatan tersebut, untuk melestarikan fungsi ekologis situ, sekaligus mengoptimalkan potensi rekreasi dan ekonomi.

“Sebagai pilot projectnya, kami ingin melaksanakannya di Situ Pengasinan,” kata Heri Sayefudin selaku Ketua Forum Komunitas Hijau.

Kegiatan KIG, antara lain meliputi pemeliharaan, pengelolaan, pemanfaatan dan pelestarian kawasan situ yang mencapai lebih dari 60 hektare (Ha), termasuk situnya seluas 7 Ha.

Selain itu, kegiatan ini menjadikan masyarakat situ sebagai pemeran utama yang didukung oleh berbagai pihak termasuk Ikatan Alumni ITB Depok, Forum Komunitas Hijau Depok, Ikatan Arsitek Lansekap Indonesia (IALI), Universitas Indonesia, Institut Sains dan Teknologi Nasional, Universitas Gunadarma, AECOM, Greaction, Baznas dan IZZI serta Sinergis dengan program RTBL (Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan) oleh Kementerian Pekerjaaan Umum dan arahan Pemkot Depok yang menjadikan Situ Pengasinan sebagai kawasan strategis kota.

“KIG ini terbentuk dari beberapa komunitas yang peduli lingkungan, dan program ini mengusung pilar 5E yakni ekologi, edukasi, ekonomi, empati dan estetika,” lanjutnya.

Sebagai awal, lanjut Heri, berbagai kegiatan akan berlangsung selama tahun 2017 di Joglo Nusantara, Situ Pengasinan. Pada hari Sabtu, 13 Mei 2017, pegiat akan menyelenggarakan sesi pertama dari rangkaian tiga sesi Perencanaan Partisipatif Rencana Induk Situ Pengasinan bersama dengan puluhan warga setempat.

“Difasilitasi oleh tim KIG, kegiatan ini akan menelurkan ide-ide yang akan dituangkan dalam rancangan kawasan yang mewakili aspirasi masyarakat dan pemangku kepentingan,” katanya.

Berangkat dari peta dasar yang sudah disiapkan oleh tim pemetaan dari KIG, rencana induk ini diharapkan dapat menjadi cetak biru yang dapat diwujudkan bersama-sama untuk pembangunan berkelanjutan di Kota Depok.

Selain itu, melalui pendanaan dari Universitas Indonesia, tim KIG juga akan menyelenggarakan 3 pelatihan pertamanan paralel bagi 60 petani tanaman hias di lingkungan situ pada hari Rabu-Jumat, 17-19 Mei 2017.

“Materi pelatihan disusun oleh IALI, yang berupa penataan taman berbasis tanaman, pemeliharaan taman dan penataan taman dalam ruang dan taman pot yang bersifat pembelajaran aktif dan dilengkapi dengan kunjungan lapangan,” bebernya.

Harapannya dapat meningkatkan kemampuan petani tanaman hias untuk mengembangkan usaha mereka sekaligus meningkatkan daya tarik Situ Pengasinan sebagai sentra tanaman hias Kota Depok. (*)

You may also read!

Renald Ramadhan

Artis Kegep Nge-getok di Sawangan

Renald Ramadhan.   RADARDEPOK.COM, DEPOK - Pemain sinetron Jendela SMP bernama Renald Ramadhan, jadi sorotan. Namanya kesohor

Read More...
kampung utan banjir

Hujan Sebentar, Kampung Utan Terendam

BANJIR : Banjir menggenangi wilayah Kampung Utan, RW4, Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Cipayung, Minggu (18/10)

Read More...
kecelakaan jalan kartini

Bruukk..! Pesepeda Motor Mendadak Jatuh di Jalan Kartini

NGANTUK : Kecelakaan Motor di depan Ruko Kartini Jalan Kartini Raya, Kecamatan Pancoranmas. Minggu (18/10).

Read More...

Mobile Sliding Menu