GRATIS : Mery Angelina menjalani pengobatan di RS Meilia, Cibubur, dengan layanan program JKN-KIS. Foto: Fahmi/Radar Depok
GRATIS : Mery Angelina menjalani pengobatan di RS Meilia, Cibubur, dengan layanan program JKN-KIS. Foto: Fahmi/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM , CIBUBUR-Menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), ternyata berasa manfaatnya bagi Mery Angeline, (26). Biaya operasi dan pengobatan fraktur klavikula (patah tulang selangka) yang dijalani di RS Meilia, Cibubur, yang mencapai angka puluhan juta rupiah ditanggung seluruhnya BPJS Kesehatan.

“Saya mengalami kecelakaan yang menyebabkan tulang selangka patah sehingga terpaksa harus menjalani operasi dan pengobatan yang cukup lama. Jika dihitung biayanya mencapai angka puluhan juta rupiah. Jumlah itu tentunya sangat besar dan memberatkan bagi saya yang sehari-hari hanya bekerja sebagai tenaga freelance,” ujar wanita yang beralamat di Kampung Sawah RT6/4 No95 Jati Melati, Pondok Melati, Bekasi.

Beruntung, wanita 26 ini merupakan peserta JKN-KIS yang dikelola oleh BPJS Kesehatan, sehingga layanan kesehatan yang diberikan rumah sakit diterimanya secara cuma-cuma atau gratis. “Jika tidak dibantu BPJS, saya pasti kebingungan mencari kemana anggaran sebanyak itu. Untungnya seluruh biaya dicover BPJS Kesehatan,” katanya.

Meski terdaftar sebagai peserta JKN-KIS, Mery mengaku mendapatkan layanan kesehatan secara maksimal selama di rumah sakit. Sama sekali tidak ada perbedaan antara pasien JKN-KIS dengan pasien umum atau pun asuransi swasta lainnya.

“Petugasnya mulai dari perawat hingga dokter sangat ramah dan cekatan dalam memberikan layanan kesehatan. Semua pelayanan sangat baik. Fasilitas kesehatan di RS Meilia juga sangat lengkap dan memadai, sehingga dengan mudah bisa memberikan layanan kepada pasien,” pungkasnya.

Mary Angeline merupakan Peserta JKN-KIS yang terdaftar dengan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Klinik Pratama Rawat Jalan (KPRJ) Graha Mitra Pondok Gede Bekasi.

“Saya telah menjadi Peserta JKN-KIS sejak tahun 2015. Prosesnya mudah. Ketika melakukan pendaftaran sebagai Peserta JKN-KIS di kantor BPJS Kesehatan, tidak ada kesulitan yang saya alami. Bahkan saat ini seluruh anggota keluarga saya telah terdaftar sebagai Peserta JKN-KIS,” tuturnya.

Dirinya berharap agar program JKN-KIS ini terus dilanjutkan. Ia yang telah merasakan manfaat dari program JKN-KIS mengajak agar semua masyarakat segera mendaftarkan dirinya dalam program JKN-KIS.

“Saya baru pertama kali menggunakan kartu JKN-KIS, tapi sama sekali tidak ada kendala. Semoga program JKN-KIS ini lebih disosialisasikan lagi agar semua masyarakat paham tentang program JKN-KIS dan manfaatnya,” harapnya.(hmi)