SIAP MENANG: Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat, Mulyadi (tengah) bersama Ketua DPC Partai Gerindra Kota Depok, Pradi Supriatna (kanan) dan Ketua Dewan Penasehat DPC Partai Gerindra Kota Depok, Nuroji (kiri) sesaat usai pembukaan Rapimcab DPC Partai Gerindra Kota Depok, beberapa waktu lalu. Foto: Junior /Radar Depok.
SIAP MENANG: Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat, Mulyadi (tengah) bersama Ketua DPC Partai Gerindra Kota Depok, Pradi Supriatna (kanan) dan Ketua Dewan Penasehat DPC Partai Gerindra Kota Depok, Nuroji (kiri) sesaat usai pembukaan Rapimcab DPC Partai Gerindra Kota Depok, beberapa waktu lalu. Foto: Junior /Radar Depok.

RADAR DEPOK.COM  Seperti diketahui bersama. Hasil Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) DPD Partai Gerindra Jawa Barat, menyatakan bila dalam Pilkada Jawa Barat 2018, Partai Gerindra bakal mengusung Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat, Mulyadi, untuk maju sebagai Calon Gubernur Jawa Barat.

Keputusan ini disambut positif kader-kader partai berlambang Burung Garuda itu di Jawa Barat. Pun demikian di Depok. Ketua DPC Partai Gerindra Kota Depok, Pradi Supriatna menilai langkah mengusung Mulyadi merupakan keputusan tepat.

Sebab, selain karena memang kader internal, Pradi menganggap sosok Mulyadi pas memimpin Jawa Barat selama lima tahun ke depan. Ada dua penilaian Pradi kepada Mulyadi.

“Beliau (Mulyadi) merupakan sosok profesional dan religius. Punya rumah yatim pula. Pengalaman sebagai Anggota DPR RI, cukup sebagai modal kuat di Jawa Barat,” jelasnya kepada Radar Depok, kemarin.

Ia pun akan segera menyiapkan strategi pemenangan Mulyadi di Depok. Hal itu akan pula dibicarakan dengan seluruh pengurus DPC Partai Gerindra Kota Depok. “Tentu secepatnya akan segera kami atur strateginya,” tegas Wakil Walikota Depok itu.

Sebelumnya, Mulyadi mengaku, ingin menjadikan Gerindra menjadi partai terbesar di Jawa Barat. Dengan tegas, ia berjanji di hadapan seluruh kader Gerindra jika sudah saatnya membayar utang menjadikan Prabowo menjadi presiden sesungguhnya.

Terlebih, Jabar diklaim menjadi indikator lumbung suara dalam suksesi pemilihan presiden 2019. “Saya berharap dari awal dilantik saya dengan pengurus berdisduksi melakukan invetarisasi. Semangat dan frekuensi Prabowo harus selaras dengan kader yang berada di bawahnya,” ujar dia.

Untuk mempersiapkan beberapa agenda politik, ia juga mengaku sudah menyerahkan program kerja dan tata kelola Partai Gerindra kedepan. Termasuk, potensi dan sejumlah permasalahan internal yang berada di tubuh partai besutan mantan Danjen Kopassus tersebut.

Ada tiga agenda penting yang telah dirancang Mulyadi untuk melebarkan sayap Partai Gerindra yakni pembenahan, optimalisasi dan pengembangan.

Ia ingin, semua aktivitas partai dilakukan berdasarkan objektivitas sesuai aturan main. Mulyadi menyarankan, agar kader Gerindra gentle dalam menghadapi setiap permasalahan. Bahkan, ia juga siap menerima laporan jika ada yang melanggar atau bermasalah.

“Setiap ada laporan, selama berani bikin laporan tertulis disertai bukti, kita follow up. kita akan undang yang bersangkutan juga untuk hak jawab,” bebernya.

Setelah itu, jika hasil jawabannya tidak sesuai dengan hasil yang dilaporkan, cara termudah untuk mengungkap sebuah fakta yakni dengan mengkonfrontir keduanya hingga dibentuk tim investigasi. Mulyadi meminta, agar kader tidak marah jika ada laporan DPC yang di tindak lanjuti dirinya.

“Ini prinsip tata kelola partai. Saya harap semua kader harus menjadi pendorong untuk menjalankan organisasi dengan baik,” ujar dia.

Terkait dengan Rapimda, jauh sebelum rapat tersebut, ia sudah berkirim surat ke DPC Gerindra yang berada di wilayah untuk meminta program kerja yang berada dimasing-masing wilayah di Jawabarat.

Upaya yang dilakukan di Partai Gerindra tak lain untuk mengakselerasikan DPC, DPD hingga DPP Partai Gerindra.

“Rapimda ini menjadi area legitimasi program kerja kedepan. Saya berharap, tata kelola organisasi ini berjalan seperti apa yang saya sampaikan mulai dari pembenahan, optimalisasi dan pengembangan,” ujarnya. (jun/pojoksatu.id)