BERMANFAAT : Ketua FKH Kota Depok, Elly Farida saat menghadiri seminar Samara di Gedung Pertemuan Sekar Peni, Kelurahan Depok, Pancoran Mas, kemarin. Foto: Ricky /Radar Depok.

RADAR DEPOK.COM – Tingginya angka perceraian di Kota Depok, menjadi perhatian tersendiri. Karenanya Rumah Keluarga Indonesia (RKI) Kota Depok mengadakan seminar Keluarga Samara ‘Wonderful Family’ di Gedung Pertemuan Sekar Peni, Kelurahan Depok, Pancoran Mas, kemarin.

Seminar yang diikuti ratusan pasang suami istri, turut dihadiri Ketua Forum Keluarga Harmonis (FKH) Kota Depok Elly Farida dengan narasumber Ustadz Cahyadi Takariawan dan Ida Nurlaila.

“Menurut penuturan Ketua PKK Kota Depok yang juga Ketua FKH Kota Depok, ibu Elly Farida, ada 3500 kasus perceraian di Kota Depok dan itu sudah ketuk palu,” tutur Ketua RKI Kota Depok Niken Dwiningrum di sela-sela seminar.

Keprihatinan itulah, lanjut Niken yang membuat kami berupaya bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat, bagaimana meminimalkan angka itu. Salah satunya dengan mengadakan seminar.

“Dengan adanya seminar dengan dua sesi ini diharapkan menjadi stimulan bagi kader untuk sadar bahwa kita punya tanggung jawab yang sama untuk mengokohkan keluarga kita,” tuturnya.

Seminar samara ini merupakan indikator utama bidang perempuan dan ketahanan keluarga tingkat kecamatan di seluruh depok.

“Indikator utamanya adalah terselenggaranya seminar samarada. Di panmas ini sudah fase yang ke 8 dari seluruh kecamatan yang ada di Depok,” papar Niken.

Seminar ini diharapkan diikuti seluruh keluarga di Depok, agar terwujud ketahanan keluargga di Kota Depok. Menurutnya, Keluarga merupakan lembaga yang penting dalam membentuk bangsa dan negara.

“Kokohnya keluarga maka akan menjadi kokoh bangsa dan negara. Sebaliknya, jika rapuh, maka akan rapuh bangsa dan negara. Karena itulah kami dari biro Ketahanan Keluarga yang didalamnya ada RKI, salah satu targetnya adalah terselenggara seminar ini,” terangnya.

Target di 2017 ini, pendidikan seks untuk anak atau pendidikan pra nikah untuk remaja. Nantinya akan menjadi kerja utama di tingkat kecamatan se-Kota Depok.

“RKI sendiri di Kota Depok unggulannya adalah konseling remaja gratis, ini sudah berjalan beberapa kali dengan 4 konsultan yang ada di Kota Depok. Ada 33 titik RKI eksisting yang memberikan pembekalan kepada seluruh kader, keluarga dan masyarakat umum, baik berupa pengetahuan dan keterampilan dalam upaya mengokohkan ketahanan keluarga atau keluarga Samara,” tandasnya.

Sementara, Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga RKI

Kecamatan Panmas, Linda Sri Utari menambahkan, acara ini dibuat dua sesi karena banyaknya peminat yang ingin mengikuti seminar dengan narasumber yang didatangkan di Yogyakarta.

“Pak Ustadz Cahyadi Takariawan sebagai penulis buku, beliau aktif menulis di Kompasiana dan pernah menerima award Kompasiana. Ibu Ida Nurlaila juga demikian, narsum yang kami datangkan memang berkompeten, sehingga banyak peminatnya,” kata Linda.

Awalnya seminar ini khusus untuk pengurus RKI saja, tetapi dengan banyaknya peminat, sehingga panitia membuka dua sesi seminar, pagi dan siang hari. Kata Linda, target peserta per sesi 100 pasangan suami istri dan hal tersebut terealisasi, bahkan melebihi target.

“Narsum dan kegiatannya sama, hanya saja di sesi kedua tema dan kajian titik tekannya saja yang berbeda. sesi pertama usia pernikahan di atas 10 tahun, sedangkan sesi kedua bebas,” terang Linda.

Panitia dan pengurus pun mengaku bersyukur dan berterima kasih atas kehadiran Ketua TP PKK Kota Depok yang juga menyempatkan memberikan sambutan. Menurutnya, hal ini beririsan dengan tujuan RKI untuk membentuk generasi.

“Dari membentuk generasi diperlukan kekompakan dalam mendidik anak. Kalau suami istri bisa lebih selaras, insya Allah semua akan menjadi baik, sehingga tidak ada masalah-masalah anak seperti kenakalan remaja,” pungkasnya. (cky)