RADAR DEPOK.COM -Pembangunan rumah tapak yang digagas Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi), di Kota Depok sepertinya akan terbentur masalah. Keladinya satu, yakni peraturan daerah (Perda) Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) yang ada di Depok.

Anggota Komisi A DPRD Kota Depok, Hamzah menyebutkan, pembangunan rumah murah di wilayah Depok dengan kisaran harga Rp141 juta per unit, melanggar Perda RTRW No1 tahun 2015 tentang RTRW dan Perda No2 tahun 2016 tenatang IMB, dalam perda tersebut minimal luasan kavling untuk di Depok minimum 120 meter persegi.

Perumahan tersebut, kata Hamza bakal berlokasi di Jalan Raya Citayam Payang Nomor 1, Depok dengan tipe paling kecil yakni tipe 72 meter persegi dan luas tanah 72 meter persegi. “Pembangunan rumah murah yang digagas pemerintah pusat itu jelas melanggar karena bertentangan dengan aturan yang dimiliki Pemerintah Kota Depok,” katanya kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Hamzah mengungkapkan, jika pemerintah pusat mau bangun perumahan dengan luas kavling 72 m, 84 m, dan 90 m, maka harus dibatalkan dulu pasal didalam perda RTRW dan Perda IMB tentang minimum luasan kavling. Agar tidak terjadi tumpang tindih kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah. Ia berharap agar direvisi kembali Perda yang mengatur tentang batas minimum pembangunan rumah di Depok.

“Sementara bahwa Perda tidak boleh bertentangan dengan peraturan di atasnya, seperti UU, Permen, dan Perpres,” tegasnya.

Sementara, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Depok, Yulistiani Mochtar mengatakan, tentang perijinan perumahan tersebut akan dicek. Pasalnya, memang untuk luasan perumahan minimal 120 meter persegi. “Peraturannya sudah jelas tentang luasan minimal dan soal perijinannya akan saling keterkaitan apakah bisa keluar atau tidak, jika melanggar maka tidak akan keluar ijinnya, namun tentu harus dilihat dulu,” tutup Yulis.

Salah satu pemilik perumahan tersebut, Ika Yuliantika mengaku, namanya Perum Green Citayam City, yagn tahap 1 memang diperuntukan buat Kemhan, dan minggu kemaren tahap 1 sudah akad kredit. “Setau saya memang sudah sold,” tuturnya.

Menurut Ika, lahan perumahan tersebut sebagian masuk Bogor, sebagian masuk Depok. Itu karena perumnya nanti sampai perbatasan Sawangan yang dekat Pasir Putih pondok zidane. “Saya a,bil yang tahap dua,” ujar Ika.

Sebelumnya, saat meresmikan rumah tapak di Tangerang, Presiden Jokowi menuturkan, memiliki kawasan hunian murah seharga Rp112 juta, yang bisa dibeli oleh para pekerja yang tergolong masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Hunian ini berlokasi di Depok, Jawa Barat dengan bentuk landed atau rumah tapak.

Berdasarkan data Kementerian PUPR, rumah yang dimaksud oleh Jokowi adalah rumah yang dibangun oleh pengembang PT Greem Construction City di Jalan Raya Citayam Parung Nomor 1. Ada sekitar 6.145 unit rumah yang akan dibangun dengan empat tipe berbeda, mulai dari tipe 27/72 (luas bangunan 27 m2 dan tanah 72 m2), tipe 27/84, tipe 36/84 dan tipe 41/98.(ina)