BABAK BELUR: Nartim (32) babak belur setelah diamuk masa karena melakukan pencurian di sebuah rumah warga di Gg. Masjid, RT03/13, Kelurahan/Kecamatan Beji. Foto: Ade /Radar Depok.

 

BABAK BELUR: Nartim (32) babak belur setelah diamuk masa karena melakukan pencurian di sebuah rumah warga di Gg. Masjid, RT03/13, Kelurahan/Kecamatan Beji. Foto: Ade /Radar Depok.

RADAR DEPOK.COM, BEJI – Unit Reskrim Polsek Beji membekuk seorang laki-laki yang diduga telah melakukan tindak pidana pencurian. Pelaku yang diduga bernama Nartim (32) warga Desa Merden, RT02/06, Kelurahan Merden, Kecamatan Purwanegara, Banjarnegara, Jawa Tengah tersebut, diringkus setelah melakukan aksi mencuri 2 buah handphone (HP) di sebuah rumah warga.

Korban, Beston Sagala (42), warga Gg.masjid RT03/13, Kelurahan/Kecamatan Beji, mengatakan, saat itu dirinya bersama anggota keluarganya sedang menonton TV di ruang keluarga yang berada di bagian belakang rumahnya.

“Saya tak sadar kalau rumah dalam keadaan terbuka,” katanya.

Dirinya yang hendak mengambil HP di ruang tamu yang sedang di charger, kaget saat ada orang asing keluar dari rumahnya dan mengambil dua HP miliknya Beston pun langsung teriak. “Teriakan saya sampai membuat warga keluar semua, dan mengejar pelaku,” lanjutnya.

Tak jauh dari rumah korban, tepatnya di Gg. Salam, RT04/13, Kelurahan/Kecamatan Beji pelaku yang merasa terpojok, akhirnya tertangkap oleh warga dan sempat menjadi bulan-bulanan warga yang geram.

“Setelah tertangkap, pelaku sempat menjadi korban amuk masa, baru setelah itu kami lapor polisi dan menyerahkan kepada pihak kepolisian untuk tindakan lebih lanjut,” lanjut Beston.

Kanit Reskrim Polsek Beji, Iptu Sutias membenarkan adanya kejadian tersebut. Kejadiannya terjadi pada hari Senin (8/5) sekitar pukul 07.00 WIB. Pelaku melakukan aksinya saat pemilik rumah sedang berada dibelakang rumah.

“Karena rumah dalam keadaan terbuka, pelaku langsung masuk dan mengambil 2 buah HP yang tergeletak di atas meja,” katanya.

Pelaku, lanjut Sutias, berhasil mengambil 2 buah HP merk Samsung Galaksi J5 dan Cross. Namun, Sutias belum bisa memastikan apakah pelaku sudah berulangkali melakukannya atau baru sekali. “Sampai saat ini, pelaku masih terus kami introgasi. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 362 KUHP dengan ancaman pidana 5 tahun penjara,” pungkasnya. (ade)