Rutan Maksimalkan Panic Button

In Metropolis
MENGUNJUNGI : Kapolresta Depok beserta jajaran mengunjungi Rutan Kelas II Kota Depok. Foto:Febrina/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM -Sebagai bentuk antisipasi kerawanan dan mencegah warga binaan kabur serta terjadi keributan. Kemarin, Polresta Depok menyambangi Rutan Kelas II B Cilodong. Hasilnya, rutan dan Polretsa Depok akan memaksimalkan panic button.

Kepala Rutan Kelas II B Cilodong, Sohibur Rachman mengatakan, Kapolresta Depok, Kombes Herry Heriawan, beserta jajarannya mengunjungi Rutan Depok, mengecek keamanan petugas Rutan dan warga binaan. Ia juga mengatakan hal itu dilakukan untuk tetap aman menjaga warga binaan tidak kabur. Kepolisian adalah mitra dalam melaksanakan tugas. Apalagi rutan berkapasitan 997 namun dihuni 1.027 tahanan.

“Kami ada keterbatasan anggota untuk mengawasi warga binaan yang kelebihan kapasitas ini. Adanya polisi membantu keamanan dalam rutan, apalagi terhubung ke panic button untuk membantu saat situasi darurat,” ujar Sohibur kepada Harian Radar Depok, Selasa (16/5).

Sementara, Kapolresta Depok Kombes Herry Heriawan menyebutkan, Panic button diluncurkan pada 14 Februari 2017, sebagai upaya menekan angka kejahatan yang cukup tinggi di Kota Depok. Aplikasi panic button ini merupakan pelayanan dari Polresta Depok khususnya untuk warga Depok yang membutuhkan respons cepat dari kepolisian. “Jadi apabila menemukan atau mengalami gangguan kamtibmas hingga kriminalitas di lingkungan sekitarnya, bisa tekan Panic button,” tandasnya.(ina)

 

 

 

 

You may also read!

pelatihan ketrampilan menjahit

Puluhan Warga P2WKSS Dilatih Menjahit : Tingkatakan Skill dan Ketahanan Ekonomi

DIBINA : Aparatur dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Depok sedang memberikan materi pelatihan menjahit

Read More...
gizi buruk di baktijaya

Di Baktijaya Ada Bayi Gizi Buruk

BANTUAN : Lurah Baktijaya dan Camat Sukmajaya sambangi bayi stunting berusia 7 bulan (MR) di

Read More...
RTLH di jatijajar terabaikan

Dua Tahun, RTLH di Jatijajar Terabaikan

ROBOH : Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di RT 1/1 Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos. FOTO

Read More...

Mobile Sliding Menu